- Pertemanan toxic merupakan hubungan tidak sehat yang kerap menguras energi serta merusak rasa percaya diri seseorang.
- Tanda hubungan tersebut meliputi perilaku manipulatif, pelanggaran privasi, ketidakseimbangan dukungan, serta kebiasaan merendahkan pihak lainnya secara berulang.
- Dampak negatif pertemanan tidak sehat ini dapat memicu stres berkepanjangan hingga gangguan serius pada kesehatan mental seseorang.
SuaraSumbar.id - Di balik tawa dan kebersamaan, tidak semua pertemanan membawa pengaruh baik. Ada hubungan yang terlihat akrab di luar, tetapi diam-diam menguras energi, merusak kepercayaan diri, bahkan memicu stres berkepanjangan.
Fenomena ini dikenal sebagai toxic friendship atau pertemanan toxic. Banyak orang bertahan dalam hubungan pertemanan tidak sehat karena takut kehilangan teman, merasa tidak enak hati, atau menganggap perilaku buruk tersebut sebagai hal biasa.
Padahal, jika terus dibiarkan, hubungan seperti ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.
Melansir suarakalbar, berikut tujuh tanda pertemanan toxic yang wajib diwaspadai sejak dini:
1. Sering Merendahkan dan Memberi Kritik Negatif
Salah satu tanda utama pertemanan toxic adalah kebiasaan merendahkan. Dalam hubungan sehat, kritik disampaikan secara membangun. Namun dalam hubungan tidak sehat, komentar negatif sering muncul berulang, baik secara langsung maupun melalui sindiran.
Perilaku ini dapat menyasar penampilan, pilihan hidup, hingga pencapaian pribadi. Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang.
2. Tidak Bisa Dipercaya dan Melanggar Privasi
Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pertemanan. Dalam hubungan toxic, kepercayaan ini sering dilanggar, misalnya dengan menyebarkan rahasia atau membicarakan hal pribadi tanpa izin.
Kebiasaan ini menunjukkan kurangnya empati dan dapat merusak hubungan secara perlahan.
3. Hubungan Tidak Seimbang
Pertemanan yang sehat bersifat dua arah. Namun dalam hubungan toxic, sering terjadi ketimpangan, di mana satu pihak lebih dominan dan jarang memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi. Akibatnya, dukungan emosional tidak berjalan seimbang.
4. Manipulatif
Ciri lain pertemanan toxic adalah perilaku manipulatif, seperti membuat orang lain merasa bersalah (guilt-tripping), menyangkal perasaan (gaslighting), atau meminta maaf tanpa ketulusan. Hal ini dapat membuat seseorang bingung dan meragukan dirinya sendiri.
5. Sering Membandingkan dan Menciptakan Persaingan Tak Sehat
Berita Terkait
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
-
Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan