- Psikolog Kasandra Putranto menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak laki-laki melakukan tindakan pelecehan seksual verbal.
- Orang tua perlu menanamkan nilai penghormatan, empati, dan batasan komunikasi sejak dini untuk membentuk kontrol diri anak laki-laki.
- Penerapan pola asuh otoritatif serta komunikasi terbuka mampu menciptakan ruang aman bagi anak untuk belajar etika berkomunikasi.
SuaraSumbar.id - Fenomena candaan seksual hingga komentar yang merendahkan tubuh seseorang sering dianggap hal sepele dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, perilaku itu termasuk dalam pelecehan seksual verbal yang dapat berdampak psikologis bagi korban.
Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, menilai pencegahan terhadap perilaku ini harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama melalui pola asuh yang tepat pada anak laki-laki.
"Khusus pada anak laki-laki, pendekatan yang lebih spesifik diperlukan karena masih kuatnya norma sosial yang sering menormalisasi candaan seksual atau objektifikasi perempuan," kata Kasandra, melansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
Kasandra menilai orang tua perlu secara aktif mengoreksi anggapan seperti “itu hanya bercanda” dan menanamkan bahwa menghormati orang lain adalah nilai utama. Pentingnya melibatkan laki-laki sebagai bagian dari solusi dalam mencegah kekerasan berbasis gender.
Dalam hal pengawasan, pendekatan yang efektif bukan hanya kontrol, tetapi juga komunikasi terbuka. Orang tua perlu mendampingi penggunaan gawai, membicarakan konten yang dikonsumsi anak, serta menciptakan ruang aman agar anak mau bercerita tanpa takut dihakimi.
Pola asuh yang hangat namun tetap tegas (authoritative parenting) terbukti lebih efektif dalam membentuk kontrol diri dan tanggung jawab pada anak
"Peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak menjadi pelaku pelecehan seksual verbal," ujarnya.
Selain itu, hal utama yang perlu dilakukan adalah menanamkan nilai penghormatan terhadap orang lain sejak dini, termasuk pemahaman tentang batasan (consent), empati, dan etika berkomunikasi.
Sebab anak belajar melalui proses meniru, sehingga cara orang tua berbicara dan bersikap akan sangat mempengaruhi perilaku anak.
Secara umum, kata Kasandra, segala bentuk ekspresi atau ucapan yang mengandung pesan verbal seksual, mengandung unsur seksual, yang dilakukan tanpa persetujuan (consent), dan membuat orang lain merasa tidak nyaman, terhina atau terintimidasi adalah kekerasan seksual verbal.
Pembuktian kekerasan seksual secara verbal bukan hanya soal niat pelaku, namun juga dalam menilai dampak perilaku tersebut terhadap korban yang melibatkan relasi kuasa yang membuat korban sulit menolak atau merasa direndahkan dan dirugikan.
Di sisi lain, kekerasan seksual secara verbal adalah bagian dari spektrum kekerasan seksual (continuum of sexual violence), sehingga tindakan yang dianggap ringan tetap perlu diperhatikan.
Berita Terkait
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas
-
Dengan QLola by BRI, Perusahaan Bisa Salurkan Gaji Karyawan Tanpa Harus Memproses Satu per Satu
-
Rp 1 Triliun per Tahun Putaran Uang Hasil Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Toko Emas Ikut Disorot
-
4 Makanan Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Secara Alami
-
Masyarakat Diingatkan Akan Bahaya Pencampuran Jeroan-Daging untuk Kesehatan