- BMKG memasang alat high frequency radar bantuan Prancis di Kota Padang dan Kota Pariaman, Sumatera Barat.
- Alat navigasi canggih tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Mei 2026 untuk mendukung operasional kapal penyeberangan.
- Pemasangan alat ini hasil kerja sama dengan KKP guna memberikan informasi navigasi serta cuaca secara real-time.
SuaraSumbar.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat canggih berupa high frequency radar di wilayah pesisir.
Alat canggih bantuan dari Prancis ini dipasang di dua titik strategis, yakni di Kota Padang dan Kota Pariaman, Sumatera Barat. Alat ini diproyeksikan mulai beroperasi pada Mei 2026.
Pemasangan alat tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara BMKG dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Tapi nanti memang itu (high frequency radar) bagian dari kerja sama BMKG dengan KKP," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi, melansir Antara, Senin, 13 April 2026.
Secara umum high frequency radar merupakan alat untuk navigasi bagi kapal-kapal yang akan melintasi perairan di Sumatera Barat, terutama dari Kota Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Alat ini juga dapat dimanfaatkan oleh Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) setempat maupun Mentawai Fast yang membawa penumpang dari Kota Padang ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Padang, Hari Gunanto menyambut baik pemasangan high frequency radar karena dinilai akan sangat membantu informasi seputar navigasi dan penyeberangan kapal.
"Pada prinsipnya ASDP menyambut baik pemasangan alat ini karena kami selalu monitor 24 jam informasi dari BMKG," kata Hari.
Selama ini, ASDP selalu berkoordinasi dan menghimpun informasi dari BMKG sebelum kapal bertolak dari Kota Padang ke Kabupaten Kepulauan Mentawai maupun sebaliknya.
Salah satunya, BMKG akan mengeluarkan prakiraan atau peringatan dini terkait potensi cuaca yang akan terjadi. Informasi ini menjadi rujukan penting bagi ASDP dan kapal sebelum berlayar.
"Dengan adanya alat ini akan sangat membantu kami secara real time," ujar dia.
Berita Terkait
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Novel Padang Bulan: Antara Cinta dan Mimpi yang Sama-sama Harus Dikejar
-
Jadi Pahlawan Persib Lawan Semen Padang, Ramon Tanque Ungkap Makna Selebrasi Uniknya
-
BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diterpa Hujan Kilat dan Angin Kencang Hingga Sore
-
Teja Paku Alam Merendah usai Berhasil Ukir 16 Clean Sheet
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
BMKG Pasang Alat Canggih di Padang-Pariaman, Pelayaran Makin Aman
-
Kosmetik Ilegal Dijual Rp35 Ribu di Marketplace Terbongkar, 3 Orang Ditangkap
-
Di Balik Keindahan Sitinjau Lauik, Ada Jalur Ekstrem yang Mematikan
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
2 Polisi Kawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Tikungan Sitinjau Lauik Diperiksa Propam