- Michelle Segar dari Universitas Michigan menyatakan fleksibilitas pola pikir menjadi kunci utama dalam membangun konsistensi kebiasaan berolahraga jangka panjang.
- Pakar kesehatan menyarankan penggunaan menu latihan adaptif sebagai alternatif kegiatan fisik saat rencana utama tidak dapat terlaksana.
- Aktivitas fisik ringan maupun singkat secara konsisten terbukti efektif meningkatkan kesehatan fisik serta mental bagi setiap individu.
SuaraSumbar.id - Pola pikir saat merasa kesulitan menentukan waktu untuk berolahraga seringkali dapat menjadi penghalang utama untuk membentuk kebiasaan olahraga.
Ilmuwan perilaku dari Universitas Michigan Michelle Segar mengatakan, kunci untuk memulai kebiasaan kebugaran dan tetap konsisten menjalankannya bukanlah disiplin yang lebih tinggi, melainkan fleksibilitas yang lebih besar, kata Segar.
“Saya mendorong pola pikir 'semua atau sebagian'," katanya melansir Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Menanamkan pola pikir bahwa aktivitas fisik dalam dosis kecil pun dapat bermanfaat bagi kesehatan, dan olahraga intensitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan dapat menurunkan risiko penyakit jantung, mengelola gula darah, dan meningkatkan kesehatan mental.
Melakukan satu set latihan beban beberapa kali seminggu dapat meningkatkan kekuatan otot.
Ia menyarankan untuk membuat "menu" latihan dengan durasi dan intensitas berbeda yang dapat digunakan jika rencana awal gagal.
Profesor madya kedokteran fisik dan rehabilitasi di Harvard Medical School Dr. Edward Phillips mengatakan bisa sesederhana memutuskan sebelumnya bahwa jika tidak dapat berlari, Anda akan berjalan, atau jika tidak dapat pergi ke gym, maka bisa melakukan latihan beban tubuh di rumah.
Bahkan jika tidak dapat datang tepat waktu ke kelas olahraga, maka tetap akan pergi dan memberi diri kelonggaran untuk datang terlambat 10 menit.
Sementara seorang pelatih pribadi di New York bagian utara yang juga mempelajari psikologi positif Darlene Marshall mengatakan jika membutuhkan dorongan ekstra untuk memulai, pikirkan bagaimana rasanya saat selesai berolahraga, misalnya, menari di ruang tamu atau melakukan serangkaian squat, dibandingkan dengan tidak melakukan apa pun.
“Jika tujuannya adalah untuk menjadi lebih sehat dan memiliki kesejahteraan yang lebih besar, semuanya penting,” kata Darlene Marshall.
Rick Richey, seorang pelatih utama untuk National Academy of Sports Medicine yang berbasis di New York mengatakan dengan melatih diri untuk melihat rencana latihan sebagai sesuatu yang dapat diadaptasi, seseorang dapat mempersiapkan diri untuk berolahraga lebih banyak.
Jika cenderung membiarkan latihan yang terlewat atau bahkan sedang di periode tidak aktif perlu diingat bahwa tetap aktif secara konsisten, selama bertahun-tahun, adalah hal yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang," katanya.
Berita Terkait
-
Sebelum Beli, Yuk Simak 5 Tips Menemukan Serum Wajah yang Pas untukmu!
-
Tips Nonton Java Jazz Festival 2026 Usai Pindah ke NICE PIK 2, Jangan Salah Kostum
-
4 Cara Merebus Daging Kurban biar Cepat Empuk tanpa Panci Presto
-
Jangan Mubazir! 5 Kebiasaan Ini Bikin Daging Kurban Cepat Membusuk
-
5 Tempat Menarik di Forza Horizon 6, Lengkap dengan Tips dan Lokasi Petanya
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rampas Motor di Pantai Purus Padang, Pria Bersenjata Gunting Ditangkap
-
Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Penderita Hipertensi hingga Kolesterol Tinggi Harus Waspada
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Polisi Temukan Tangki Modifikasi dan Pelat Nomor Ganda dalam Sidak SPBU di Padang