Suhardiman
Kamis, 28 Mei 2026 | 12:51 WIB
Ilustrasi berolahraga. (Pexels/Ketut Subiyanto)
Baca 10 detik
  • Michelle Segar dari Universitas Michigan menyatakan fleksibilitas pola pikir menjadi kunci utama dalam membangun konsistensi kebiasaan berolahraga jangka panjang.
  • Pakar kesehatan menyarankan penggunaan menu latihan adaptif sebagai alternatif kegiatan fisik saat rencana utama tidak dapat terlaksana.
  • Aktivitas fisik ringan maupun singkat secara konsisten terbukti efektif meningkatkan kesehatan fisik serta mental bagi setiap individu.

SuaraSumbar.id - Pola pikir saat merasa kesulitan menentukan waktu untuk berolahraga seringkali dapat menjadi penghalang utama untuk membentuk kebiasaan olahraga.

Ilmuwan perilaku dari Universitas Michigan Michelle Segar mengatakan, kunci untuk memulai kebiasaan kebugaran dan tetap konsisten menjalankannya bukanlah disiplin yang lebih tinggi, melainkan fleksibilitas yang lebih besar, kata Segar.

“Saya mendorong pola pikir 'semua atau sebagian'," katanya melansir Antara, Kamis, 28 Mei 2026.

Menanamkan pola pikir bahwa aktivitas fisik dalam dosis kecil pun dapat bermanfaat bagi kesehatan, dan olahraga intensitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan dapat menurunkan risiko penyakit jantung, mengelola gula darah, dan meningkatkan kesehatan mental.

Melakukan satu set latihan beban beberapa kali seminggu dapat meningkatkan kekuatan otot.

Ia menyarankan untuk membuat "menu" latihan dengan durasi dan intensitas berbeda yang dapat digunakan jika rencana awal gagal.

Profesor madya kedokteran fisik dan rehabilitasi di Harvard Medical School Dr. Edward Phillips mengatakan bisa sesederhana memutuskan sebelumnya bahwa jika tidak dapat berlari, Anda akan berjalan, atau jika tidak dapat pergi ke gym, maka bisa melakukan latihan beban tubuh di rumah.

Bahkan jika tidak dapat datang tepat waktu ke kelas olahraga, maka tetap akan pergi dan memberi diri kelonggaran untuk datang terlambat 10 menit.

Sementara seorang pelatih pribadi di New York bagian utara yang juga mempelajari psikologi positif Darlene Marshall mengatakan jika membutuhkan dorongan ekstra untuk memulai, pikirkan bagaimana rasanya saat selesai berolahraga, misalnya, menari di ruang tamu atau melakukan serangkaian squat, dibandingkan dengan tidak melakukan apa pun.

“Jika tujuannya adalah untuk menjadi lebih sehat dan memiliki kesejahteraan yang lebih besar, semuanya penting,” kata Darlene Marshall.

Rick Richey, seorang pelatih utama untuk National Academy of Sports Medicine yang berbasis di New York mengatakan dengan melatih diri untuk melihat rencana latihan sebagai sesuatu yang dapat diadaptasi, seseorang dapat mempersiapkan diri untuk berolahraga lebih banyak.

Jika cenderung membiarkan latihan yang terlewat atau bahkan sedang di periode tidak aktif perlu diingat bahwa tetap aktif secara konsisten, selama bertahun-tahun, adalah hal yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang," katanya.

Load More