- Mahasiswa Politeknik Negeri Padang berinisial FDA ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar kosnya, Kota Padang, Sabtu 11 April 2026.
- Polisi telah menyita surat wasiat berupa buku catatan milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
- Korban dikenal sebagai mahasiswa yang tertutup dan dilaporkan telah menghilang serta tidak mengikuti perkuliahan selama satu minggu sebelum ditemukan meninggal.
SuaraSumbar.id - Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial FDA (24) diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
FDA ditemukan meninggal di kamar kos di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu, 11 April 2026.
Ia meninggalkan wasiat sebelum mengakhiri hidup. Lantas apa isinya?
Wasiat berupa tulisan tangan pada sebuah buku diduga ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya. Buku tersebut ditemukan di dalam kamar dan kemudian diamankan oleh pihak kepolisian.
"Siapapun yang baca buku ini tolong buka hp dan WA ku, ada pesan untuk keluargaku, yang aku lakukan ini dan baca pesan WA ku," kalimat wasiat di buku tersebut.
Pemilik kos Mesi mengaku sempat melihat buku wasiat tersebut. Namun, ia tidak sempat membacanya.
"Ada buku ditemukan. Tapi saya belum sempat melihat untuk membacanya," kata Mesi di lokasi.
FDA merupakan mahasiswa angkatan 2023, kini sudah semester enam. Ia menempuh pendidikan D-3 jurusan Administrasi Niaga.
Hal ini dibenarkan Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto. Ia menyebutkan, pihak kampus masih melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Dikenal Introvert di Kampus
Fajri menambahkan, FDA dikenal sebagai sosok yang tergolong tertutup atau introvert di kalangan teman-temanya. Permasalahan yang dihadapi tidak pernah diceritakan.
"Sehari-hari informasinya memang mahasiswa ini introvert. Menurut temannya, dia tidak pernah dan tidak suka cerita. Memang tertutup anaknya," ujar Fajri.
Keterangan temannya, kata Fajri, FDA sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Selama itu pula ia tidak pernah mengikuti perkuliahan.
"Beliau sudah seminggu tidak bisa dihubungi teman-temannya. Informasinya tidak masuk-masuk kuliah," ungkapnya.
FDA ditemukan dengan kondisi leher dililit tali yang terikat ke ventilasi kamar mandi. Kondisi tubuh Mahasiswa Politik Negeri Padang (PNP) ini sudah membengkak dan sebagian menghitam.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Sakelar Lampu Terasa Panas Saat Disentuh? Ini Tanda yang Harus Diwaspadai
-
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
-
15 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
-
Pariwisata Sumbar Menggeliat, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 34,68 Persen
-
BRI KKB Expo 2026 Tawarkan Promo Kredit Mobil dan Bonus BRIZZI Rp500 Ribu