Suhardiman
Rabu, 08 April 2026 | 19:28 WIB
SMA Pertiwi 2 Padang. [Suara.com/ Saptra S]
Baca 10 detik
  • Siswa SMA Pertiwi 2 Padang berinisial B diduga mengalami perundungan oleh empat teman sekelasnya hingga depresi berat.
  • Korban kini sedang menjalani perawatan serta observasi medis secara intensif di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin.
  • Pihak sekolah membantah tuduhan perundungan tersebut namun tetap melakukan investigasi internal untuk mendalami fakta kejadian sebenarnya.

SuaraSumbar.id - Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMA Pertiwi 2 Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi perhatian publik setelah rekaman video kemarahan keluarga korban beredar luas di media sosial. Siswa yang diketahui berinisial B (17) kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa setelah diduga mengalami tekanan mental.

Peristiwa ini disebut-sebut melibatkan empat orang teman sekelas korban di tingkat akhir. Keluarga menduga B mengalami intimidasi hingga ejekan verbal yang berdampak serius pada kondisi psikologisnya. Situasi memanas ketika pihak keluarga mendatangi sekolah dan meluapkan emosi di hadapan pihak pengajar.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah guru hanya terdiam, sementara beberapa siswa yang diduga terlibat terlihat duduk di lantai. Seorang anggota keluarga korban dalam video tersebut menyampaikan kemarahannya secara terbuka.

“Tampang-tampang yang membully. Siap siap kamu ya, kamu bikin hancur masa depan keponakan saya," ucap pria sambil mengambil video.

Saat ini, korban tengah menjalani observasi intensif di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Pihak keluarga menyebut kondisi B menurun secara mental dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut, ibu korban memilih belum memberikan pernyataan terbuka.

“Saya belum dalam kondisi siap untuk berbicara dengan pihak luar,” katanya singkat pada Rabu, 8 April 2026.

Di sisi lain, pihak sekolah membantah tudingan adanya praktik perundungan seperti yang beredar. Wakil Kepala SMA Pertiwi 2 Kota Padang, Desi Nofita Sari, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada tindakan tersebut.

“Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan adanya perundungan, karena semua masih dalam proses penelusuran,” katanya.

Meski demikian, pihak sekolah memastikan tetap melakukan investigasi internal dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua siswa. Mereka juga mengaku memberikan pendampingan kepada seluruh siswa yang terkait dalam kasus ini.

“Kami berupaya bersikap objektif. Semua pihak kami ajak berdiskusi agar persoalan ini bisa terang benderang. Yang jelas, kami tidak tinggal diam,” tambahnya.

Hingga kini, pihak sekolah juga belum dapat menemui korban secara langsung karena masih menjalani perawatan. Kasus ini masih dalam tahap pendalaman, sementara masyarakat menanti kejelasan atas dugaan perundungan yang berujung pada kondisi serius tersebut.

Kontributor: Saptra S

Load More