- Siswa SMA Pertiwi 2 Padang berinisial B diduga mengalami perundungan oleh empat teman sekelasnya hingga depresi berat.
- Korban kini sedang menjalani perawatan serta observasi medis secara intensif di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin.
- Pihak sekolah membantah tuduhan perundungan tersebut namun tetap melakukan investigasi internal untuk mendalami fakta kejadian sebenarnya.
SuaraSumbar.id - Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMA Pertiwi 2 Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi perhatian publik setelah rekaman video kemarahan keluarga korban beredar luas di media sosial. Siswa yang diketahui berinisial B (17) kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa setelah diduga mengalami tekanan mental.
Peristiwa ini disebut-sebut melibatkan empat orang teman sekelas korban di tingkat akhir. Keluarga menduga B mengalami intimidasi hingga ejekan verbal yang berdampak serius pada kondisi psikologisnya. Situasi memanas ketika pihak keluarga mendatangi sekolah dan meluapkan emosi di hadapan pihak pengajar.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah guru hanya terdiam, sementara beberapa siswa yang diduga terlibat terlihat duduk di lantai. Seorang anggota keluarga korban dalam video tersebut menyampaikan kemarahannya secara terbuka.
“Tampang-tampang yang membully. Siap siap kamu ya, kamu bikin hancur masa depan keponakan saya," ucap pria sambil mengambil video.
Saat ini, korban tengah menjalani observasi intensif di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Pihak keluarga menyebut kondisi B menurun secara mental dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut, ibu korban memilih belum memberikan pernyataan terbuka.
“Saya belum dalam kondisi siap untuk berbicara dengan pihak luar,” katanya singkat pada Rabu, 8 April 2026.
Di sisi lain, pihak sekolah membantah tudingan adanya praktik perundungan seperti yang beredar. Wakil Kepala SMA Pertiwi 2 Kota Padang, Desi Nofita Sari, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada tindakan tersebut.
“Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan adanya perundungan, karena semua masih dalam proses penelusuran,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan tetap melakukan investigasi internal dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua siswa. Mereka juga mengaku memberikan pendampingan kepada seluruh siswa yang terkait dalam kasus ini.
“Kami berupaya bersikap objektif. Semua pihak kami ajak berdiskusi agar persoalan ini bisa terang benderang. Yang jelas, kami tidak tinggal diam,” tambahnya.
Hingga kini, pihak sekolah juga belum dapat menemui korban secara langsung karena masih menjalani perawatan. Kasus ini masih dalam tahap pendalaman, sementara masyarakat menanti kejelasan atas dugaan perundungan yang berujung pada kondisi serius tersebut.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Sumatera Barat Masuk Peta Besar Pengembangan Jaringan Kereta Sumatra
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Sakelar Lampu Terasa Panas Saat Disentuh? Ini Tanda yang Harus Diwaspadai
-
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
-
15 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
-
Pariwisata Sumbar Menggeliat, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 34,68 Persen
-
BRI KKB Expo 2026 Tawarkan Promo Kredit Mobil dan Bonus BRIZZI Rp500 Ribu