- Banjir melanda Jorong Labuah, Kabupaten Agam pada Rabu, 1 April 2026 akibat luapan sungai setelah curah hujan tinggi.
- Sebanyak 100 kepala keluarga mengungsi ke rumah warga karena sepuluh rumah terendam dan dinding TK Labuah jebol.
- BPBD Agam melakukan pendataan serta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan di daerah tersebut.
SuaraSumbar.id - Bencana banjir melanda Jorong Labuah, Nagari (Desa) Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 1 April 2026 sore. Akibatnya, 100 kepala keluarga mengungsi ke rumah warga dan keluarga.
"100 kepala keluarga ini mengungsi di rumah warga dan keluarga yang aman dari banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono, melansir Antara, Kamis, 2 April 2026.
Mereka mengungsi setelah air sungai batang Kumayo meluap setelah badan sungai terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025. Banjir merendam sebanyak 10 unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 centimeter.
"Banjir juga menjebol dinding TK Labuah, Kecamatan Tanjung Raya," ujarnya.
Banjir melanda Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya akibat curah hujan cukup tinggi. Warga sekitar sungai langsung mengungsi, karena daerah tersebut merupakan lokasi banjir bandang terjadi pada akhir November 2025.
"Kita telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk pendataan," ungkapnya.
Ia mengimbau warga yang tinggal di lokasi aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara segera mengungsi ke lokasi lebih aman saat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.
Begitu juga pengendara yang melewati daerah rawan longsor dari Kelok 44, Sungai Landia, Panta dan lainnya.
Berita Terkait
-
Waduk Melati Akan Ditata Jadi Ikon Baru Destinasi Publik Jakarta
-
Teluk Kendari Keruh Akibat Banjir, Sedimentasi Kian Mengkhawatirkan
-
Siap-Siap Kaya, 7 Shio Ini Mendadak Banjir Rejeki Tanpa Diduga pada Bulan Mei 2026
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung