- Penyimpanan telur yang tepat penting dilakukan sebab cangkangnya berpori, berpotensi sebabkan pembusukan dan kontaminasi bakteri.
- Telur harus disimpan di dalam kulkas suhu 1-4°C, dalam karton asli, dan posisi ujung runcing di bawah.
- Jangan mencuci telur sebelum disimpan sebab dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kutikula yang melindungi dari bakteri.
SuaraSumbar.id - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur. Selain praktis diolah, telur juga kaya nutrisi seperti protein, vitamin B, vitamin D, serta berbagai mineral penting.
Namun, banyak orang belum mengetahui cara menyimpan telur yang benar agar tetap segar dan gizinya tidak cepat rusak.
Penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan telur lebih cepat basi, berubah rasa, bahkan berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella.
Oleh karena itu, memahami teknik penyimpanan telur yang benar menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Mengapa Penyimpanan Telur yang Tepat Sangat Penting?
Telur memiliki cangkang yang tampak keras, namun sebenarnya memiliki pori-pori kecil yang memungkinkan udara dan bakteri masuk. Jika disimpan dengan cara yang salah, kualitas telur bisa menurun dengan cepat.
Beberapa dampak penyimpanan telur yang tidak tepat antara lain:
- Telur cepat busuk
- Bau tidak sedap
- Tekstur putih dan kuning telur berubah
- Risiko kontaminasi bakteri meningkat
Karena itu, penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesegaran telur sekaligus kandungan gizinya.
1. Simpan Telur di Dalam Kulkas
Cara paling efektif untuk menjaga kesegaran telur adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas. Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri serta memperlambat proses pembusukan alami telur.
Suhu ideal penyimpanan telur berkisar antara 1–4°C. Dengan suhu tersebut, telur bisa bertahan hingga 3-5 minggu sejak tanggal pembelian.
Namun, hindari menyimpan telur di bagian pintu kulkas karena suhu di area tersebut sering berubah akibat buka-tutup kulkas.
2. Simpan Telur dalam Karton Aslinya
Banyak orang memindahkan telur ke wadah khusus di kulkas. Padahal, menyimpan telur di karton atau kemasan aslinya justru lebih disarankan.
Kemasan karton membantu:
- Melindungi telur dari benturan
- Mencegah penyerapan bau dari makanan lain
- Menjaga kelembapan telur tetap stabil
Selain itu, karton biasanya juga mencantumkan tanggal produksi atau kedaluwarsa sehingga memudahkan pemantauan masa simpan.
3. Jangan Mencuci Telur Sebelum Disimpan
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mencuci telur sebelum dimasukkan ke kulkas. Padahal, telur memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula. Lapisan ini berfungsi melindungi telur dari bakteri.
Jika telur dicuci sebelum disimpan, lapisan pelindung tersebut bisa hilang sehingga bakteri lebih mudah masuk melalui pori-pori cangkang. Sebaiknya telur dicuci hanya saat akan digunakan.
4. Simpan Telur dengan Posisi Ujung Runcing di Bawah
Posisi penyimpanan telur ternyata juga berpengaruh pada kualitasnya. Letakkan telur dengan ujung runcing di bawah dan ujung tumpul di atas. Cara ini membantu menjaga posisi kuning telur tetap stabil di tengah. Selain itu, metode ini juga dapat memperpanjang kesegaran telur karena kantong udara berada di bagian atas.
5. Hindari Menyimpan Telur Dekat Makanan Berbau Tajam
Karena cangkang telur memiliki pori-pori, telur mudah menyerap bau dari makanan di sekitarnya. Jika disimpan berdekatan dengan bahan seperti bawang, ikan, atau durian, telur bisa ikut menyerap aroma tersebut.
Agar kualitas telur tetap terjaga, simpanlah telur di bagian kulkas yang tidak terlalu dekat dengan makanan beraroma kuat.
Cara Mengecek Telur Masih Segar atau Tidak
Jika Anda ragu dengan kesegaran telur di rumah, ada cara sederhana untuk mengeceknya.
Tes Air
Masukkan telur ke dalam gelas berisi air:
- Tenggelam dan posisi tidur: Telur masih sangat segar
- Tenggelam tapi berdiri: Masih layak dikonsumsi
- Mengapung: Telur sudah tidak layak digunakan
Metode ini sering digunakan karena mudah dan cukup akurat untuk mengecek kondisi telur.
Mengetahui cara menyimpan telur yang benar sangat penting untuk menjaga kesegaran, keamanan, dan nilai gizinya.
Langkah-langkah sederhana ini tidak hanya membantu menghemat bahan makanan, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko bakteri berbahaya.
Berita Terkait
-
Fakta dan Makna Paskah, Lengkap dengan Alasan Tanggal Peringatannya Selalu Berubah
-
Menu Sahur Hemat dan Bergizi: 4 Olahan Telur yang Satset dan Ramah Kantong
-
4 Resep Kue Kering tanpa Telur, Cocok untuk Suguhan Lebaran
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Jangan Asal Simpan! Ini Cara Menyimpan Telur agar Tetap Segar
-
Lonjakan Wisata Lebaran 2026, PAD Kota Bukittinggi Tembus Rp3,5 Miliar
-
Pemerintah Akan Umumkan soal Kebijakan WFH Selasa Besok
-
Lonjakan Wisata Lebaran! 59.655 Orang Kunjungi Istano Basa Pagaruyung
-
Tubuh Masih Lelah Setelah Lebaran? Ini 3 Cara Cepat Kembali Produktif