- Erupsi Gunung Marapi terjadi 26 detik, amplitudo terekam seismogram.
- Kolom abu tidak teramati karena tertutup awan tebal.
- PVMBG imbau warga waspada lahar dingin saat hujan.
SuaraSumbar.id - Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Erupsi Gunung Marapi terjadi pada Selasa (24/3/2026) siang dan berlangsung singkat, namun tetap menjadi perhatian warga di sekitar kawasan rawan bencana di Sumatera Barat (Sumbar).
Pos Gunung Api (PGA) melaporkan erupsi Gunung Marapi terjadi pada pukul 14.26 WIB. Peristiwa ini terekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik.
Aktivitas ini menjadi salah satu indikasi dinamika vulkanik yang masih berlangsung di gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 14.26 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra.
Dalam laporan resminya, disebutkan bahwa tinggi kolom abu akibat erupsi Gunung Marapi tidak dapat teramati. Hal ini disebabkan kondisi cuaca di sekitar puncak gunung yang tertutup awan. Gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.
Beberapa saat setelah erupsi, tepatnya pukul 15.12 WIB, PGA kembali melaporkan bahwa kawasan sekitar Gunung Marapi diguyur hujan. Kondisi ini meningkatkan potensi risiko lanjutan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api, yakni Kawah Verbeek.
Selain itu, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman lahar dingin yang dapat terjadi saat hujan turun. Potensi ini perlu diwaspadai, terutama oleh warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai dari puncak gunung.
Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Di sisi lain, semua pihak diminta tetap menjaga suasana kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Dengan kondisi saat ini, erupsi Gunung Marapi menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi setiap rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait. (Antara)
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara