Suhardiman
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:03 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi singkat selama 26 detik pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 14.26 WIB.
  • PVMBG mempertahankan status Gunung Marapi pada Level II (Waspada) dan melarang aktivitas dalam radius tiga kilometer.
  • Terdapat imbauan potensi lahar dingin di sepanjang aliran sungai serta anjuran menggunakan masker saat terjadi hujan abu.

SuaraSumbar.id - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami erupsi sekitar 26 detik.

Tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL), namun tidak teramati karena tertutup awan.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 14.26 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra, Selasa, 24 Maret 2026.

Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pada pukul 15.12 WIB PGA melaporkan sedang terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Marapi.

Imbauan ini ditujukan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi.

Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).

Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

Apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.

Load More