Budi Arista Romadhoni
Senin, 23 Maret 2026 | 09:29 WIB
Ilustrasi Kelok 9 di Kabupaten Lima Puluh Kota. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Polisi siapkan rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran Sumbar Riau.
  • Kelok Sembilan jadi titik utama pengaturan arus kendaraan balik.
  • Lonjakan kendaraan diprediksi lebih tinggi dibanding arus mudik.

SuaraSumbar.id - Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran Sumbar-Riau sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan usai libur Lebaran 2026.

Kepolisian Resor (Polres) Lima Puluh Kota menaruh perhatian khusus pada kawasan Kelok Sembilan yang menjadi jalur vital penghubung dua provinsi tersebut.

Dalam menghadapi rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran Sumbar-Riau, aparat kepolisian akan memberlakukan pengalihan arus kendaraan di titik tertentu.

Kepala Unit Regident Satlantas Polres Lima Puluh Kota, Ipda Yoza Prima, menyampaikan bahwa langkah ini disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang diprediksi meningkat signifikan.

"Sebagai antisipasi lonjakan arus balik Lebaran di jalur Sumbar-Riau kami menyiapkan rekayasa arus lalu-lintas di kawasan Kelok Sembilan," kata Yoza, dikutip dari Antara, Senin (23/3/2026).

Skema rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran Sumbar-Riau yang disiapkan yakni mengalihkan kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau melalui jalan lama Kelok Sembilan.

Sementara kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar tetap melintas melalui jembatan layang (fly over) Kelok Sembilan.

Yoza menekankan pentingnya pengaturan ini karena Fly Over Kelok Sembilan memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung arus mudik dan balik antara Sumbar dan Riau.

Setelah melewati perbatasan provinsi, seluruh kendaraan dari arah Riau akan melalui kawasan tersebut, termasuk jembatan sepanjang 943 meter itu.

Menurutnya, penerapan rekayasa lalu lintas saat arus balik dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang biasanya lebih tinggi dibandingkan arus mudik. Hal ini disebabkan mobilitas masyarakat yang cenderung dilakukan secara bersamaan.

"Mobilitas arus balik biasanya dilakukan pada waktu yang sama karena pemudik terikat pada jadwal masuk kerja, kantor, dan lainnya, akibatnya volume kendaran menjadi lebih tinggi," katanya yang juga menjadi Kepala Pospam Lebaran Kelok Sembilan.

Selain lonjakan kendaraan, potensi kepadatan juga dipicu oleh aktivitas wisata di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Salah satu destinasi yang diperkirakan ramai adalah Lembah Harau, yang dapat bersinggungan dengan arus balik kendaraan.

Pada arus mudik sebelumnya, kepolisian belum memberlakukan rekayasa lalu lintas karena kondisi dinilai masih terkendali. Namun, untuk arus balik, pemantauan akan terus dilakukan guna menentukan waktu penerapan skema tersebut.

"Satlantas Polres Lima Puluh Kota akan terus melakukan pemantauan kondisi arus balik, jika memang sudah dibutuhkan maka rekayasa akan diterapkan," jelasnya.

Di akhir, polisi mengingatkan para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas serta kondisi fisik pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan di jalan.

Load More