-
Gubernur Sumbar minta dana bencana libatkan langsung pemerintah daerah.
-
Anggaran Rp 21,4 triliun diajukan untuk pemulihan pascabencana Sumbar.
-
Pemerintah pusat kembalikan TKD untuk percepatan penanganan bencana.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyorot upaya percepatan penanganan bencana. Salah satunya terkait dana penanganan bencana yang seharusnya penyalurannya melibatkan langsung pemerintah daerah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, skema distribusi dana bencana dari pemerintah pusat seharusnya tidak hanya terpusat pada kementerian dan lembaga.
Ia menegaskan bahwa pelibatan pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota akan mempercepat penanganan di lapangan.
"Kita harapkan anggaran pusat memang dikucurkan kepada kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten, dan kota," kata Mahyeldi, Sabtu (21/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi progres percepatan penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada November 2025. Dalam situasi ini, keberadaan dana bencana dinilai sangat krusial untuk mempercepat pemulihan.
Mantan Wali Kota Padang itu menilai, keterlibatan langsung pemerintah daerah akan membuat proses penanganan lebih efektif. Selain itu, masyarakat di wilayah terdampak juga perlu dilibatkan agar berbagai sektor, terutama perekonomian, bisa kembali bergerak.
"Tetapi kalau anggaran itu hanya diserahkan kepada kementerian dan lembaga, dari pengalaman-pengalaman kita agak lambat," katanya.
Lebih lanjut, Mahyeldi mengungkapkan bahwa pemerintah pusat berencana mengalokasikan bantuan penanganan dampak bencana untuk Sumatera Barat pada awal April 2026.
Total anggaran yang diajukan melalui dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) mencapai Rp21,4 triliun.
"Insya Allah ada Rp 21,4 triliun yang kita minta sesuai dengan semangat Pak Presiden bahwa penanganan bencana ini adalah penanganan nasional," sebut Mahyeldi.
Alokasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan di Ranah Minang, termasuk perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Dengan dukungan dana bencana yang optimal, penanganan di berbagai sektor diharapkan berjalan lebih terintegrasi.
Selain itu, pemerintah pusat juga disebut telah mengembalikan dana transfer ke daerah (TKD). Kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus tambahan dalam mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.
Pengembalian TKD tersebut merupakan arahan dari Menteri Dalam Negeri sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dana bencana, penanganan dampak bencana di Sumatera Barat diharapkan dapat segera dituntaskan. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
-
Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Bengkulu Hari Ini: Refleksi Kepemimpinan, Korupsi, dan Peran Masyarakat
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
CEK FAKTA: Rudal Iran Serang Gedung Putih AS hingga Hancur, Benarkah?
-
Lebaran 2026, Warga Agam Lewati Material Bekas Banjir Bandang Demi Silaturahmi
-
CEK FAKTA: Viral Video Ratusan Jet Tempur Ukraina Menyerbu Iran, Benarkah?
-
Sorot Percepatan Penanganan Bencana, Gubernur Sumbar Minta Daerah Dilibatkan!