Riki Chandra
Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:54 WIB
Tim SAR Padang gabungan saat mengevakuasi dua jenazah anak yang terseret ombak saat mandi-mandi. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  •  Tiga anak terseret ombak, dua meninggal, satu masih hilang.

  • Basarnas Padang lakukan pencarian intensif dengan peralatan lengkap.

  • Operasi SAR libatkan darat dan laut sejak siang hari.

SuaraSumbar.id - Tiga orang anak dilaporkan terseret ombak di pantai Ujung Batu Kota Padang, Sumatera Barat (31/1/2026) siang. Dua orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang lagi masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan orang hanyut sekitar pukul 11.52 WIB.

Peristiwa bermula sekitar pukul 11.48 WIB ketika ketiga anak sedang mandi-mandi di kawasan Pantai Ujung Batu sebelum akhirnya terseret arus laut yang cukup kuat.

Tiga anak terseret ombak itu diketahui bernama Akbar, Akmal, dan Rozi. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Seluruhnya terseret arus saat sedang berenang," ujarnya.

Dari tiga korban tersebut, dua anak yakni Akbar (8) dan Akmal (8) berhasil dievakuasi oleh warga sekitar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, satu korban lainnya atas nama Rozi (8) hingga kini masih belum ditemukan dan terus dilakukan upaya pencarian.

Dalam operasi pencarian, Basarnas Padang mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, mulai dari Drone Thermal untuk pemantauan udara, Rubber Boat (LCR), motor trail, hingga perlengkapan evakuasi medis. Upaya penyisiran difokuskan di sekitar koordinat lokasi korban terakhir terlihat.

"Tim kami akan bekerja semaksimal mungkin dengan semangat 'Satu Jiwa, Satu Rasa' untuk menemukan korban yang masih hilang. Kami juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat," tutupnya.

Hingga berita ini, Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif di perairan Pantai Ujung Batu untuk menemukan satu korban yang belum berhasil dievakuasi.

Kontributor : B Rahmat

Load More