Riki Chandra
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:55 WIB
Hoaks Prabowo jual hutan Sumatera. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  •  Klaim penjualan laut dan hutan Aceh hoaks.

  • Kunjungan Prabowo ke Inggris membahas investasi dan kerja sama.

  • Tidak ada transaksi wilayah laut atau hutan dengan Inggris.

SuaraSumbar.id - Isu Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatera ke Inggris kembali beredar di media sosial dan menuai perhatian publik. Klaim tersebut menyebutkan adanya transaksi bernilai Rp 90 triliun yang melibatkan wilayah laut dan hutan Aceh-Sumatra dengan pemerintah Inggris.

Narasi Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatra ke Inggris diunggah oleh akun Facebook “Dek Nur” pada Minggu (25/1/2025). Unggahan tersebut disertai foto arsip dan keterangan:

“Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatera Ke Inggris Rp 90 Triliun, Sekror Apa Saja.”

Lantas, benarkah informasi tersebut?

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan informasi valid yang membenarkan klaim tersebut.

Pencarian tim Cek Fakta di Google justru mengarah ke artikel resmi presidenri.go.id berjudul “Dari Investasi hingga Pendidikan, Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Bawa Capaian Konkret” yang diunggah pada Kamis (22/1/2026). Artikel tersebut menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada 21 Januari 2026.

Dalam kunjungan itu, dibahas sejumlah kerja sama strategis, termasuk investasi Inggris di Indonesia, penguatan kerja sama maritim, serta peningkatan sektor pendidikan tinggi.

Hasil utama pertemuan tersebut mencakup komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun, penguatan kerja sama maritim, dan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi di dalam negeri. Tidak ada informasi mengenai penjualan laut maupun hutan Aceh-Sumatra kepada Inggris.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatera ke Inggris tidak didukung fakta. Informasi tersebut merupakan konten menyesatkan (misleading content) yang salah menafsirkan komitmen investasi Inggris dalam kerja sama bilateral Indonesia–Inggris.

Load More