-
Klaim penjualan laut dan hutan Aceh hoaks.
-
Kunjungan Prabowo ke Inggris membahas investasi dan kerja sama.
-
Tidak ada transaksi wilayah laut atau hutan dengan Inggris.
SuaraSumbar.id - Isu Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatera ke Inggris kembali beredar di media sosial dan menuai perhatian publik. Klaim tersebut menyebutkan adanya transaksi bernilai Rp 90 triliun yang melibatkan wilayah laut dan hutan Aceh-Sumatra dengan pemerintah Inggris.
Narasi Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatra ke Inggris diunggah oleh akun Facebook “Dek Nur” pada Minggu (25/1/2025). Unggahan tersebut disertai foto arsip dan keterangan:
“Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatera Ke Inggris Rp 90 Triliun, Sekror Apa Saja.”
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan informasi valid yang membenarkan klaim tersebut.
Pencarian tim Cek Fakta di Google justru mengarah ke artikel resmi presidenri.go.id berjudul “Dari Investasi hingga Pendidikan, Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Bawa Capaian Konkret” yang diunggah pada Kamis (22/1/2026). Artikel tersebut menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada 21 Januari 2026.
Dalam kunjungan itu, dibahas sejumlah kerja sama strategis, termasuk investasi Inggris di Indonesia, penguatan kerja sama maritim, serta peningkatan sektor pendidikan tinggi.
Hasil utama pertemuan tersebut mencakup komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun, penguatan kerja sama maritim, dan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi di dalam negeri. Tidak ada informasi mengenai penjualan laut maupun hutan Aceh-Sumatra kepada Inggris.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Prabowo jual laut dan hutan Aceh-Sumatera ke Inggris tidak didukung fakta. Informasi tersebut merupakan konten menyesatkan (misleading content) yang salah menafsirkan komitmen investasi Inggris dalam kerja sama bilateral Indonesia–Inggris.
Berita Terkait
-
Prabowo Klaim Kinerja Pemerintahannya 'Oke', Gerindra Sodorkan Angka Kepuasan Publik
-
Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan
-
Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur
-
Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro
-
Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan