-
Angin kencang picu ikan mati massal, petani Danau Maninjau merugi.
-
Puluhan ton ikan nila siap panen mati mendadak di keramba.
-
Kerugian petani capai Rp600 juta, kematian ikan berulang sejak 2025.
"Harga cukup bagus sekitar Rp30 ribu per kilogram dan sebelumnya hanya Rp25 ribu per kilogram," katanya.
Harga ikan nila yang sedang tinggi membuat nilai kerugian semakin besar. Ikan-ikan yang mati merupakan ikan siap panen yang seharusnya bisa dijual dalam waktu dekat.
4. Kematian Ikan Terjadi Berulang Sejak 2025
Menurut Resky, kejadian ikan mati massal Danau Maninjau kali ini merupakan yang ketiga sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025.
"Ini kematian yang ketiga kalinya semenjak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.
Kematian ikan yang berulang ini menunjukkan kondisi perairan Danau Maninjau masih rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Setiap kali angin kencang atau gangguan lingkungan terjadi, petani kembali menghadapi risiko kematian ikan dalam jumlah besar.
5. Pemerintah Lakukan Pendataan dan Imbauan ke Petani
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan total ikan milik petani yang mati akibat ikan mati massal Danau Maninjau.
"Penyuluhan perikanan telah turun untuk mendata kematian ikan keramba jaring apung," katanya.
Ia menjelaskan, penyebab utama kematian ikan adalah berkurangnya oksigen terlarut di dalam danau setelah angin kencang melanda daerah tersebut. Untuk itu, petani diimbau melakukan panen dini, memindahkan bibit ikan ke kolam air tenang, serta langkah lain guna meminimalisir kerugian.
"Kita hampir setiap tahun memberikan surat imbauan kepada petani keramba jaring apung dalam meminimalisir kerugian," katanya.
Berita Terkait
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong
-
Pensiunan Guru di Sumbar Tewas Bersimbah Darah Usai Salat Subuh
-
Dampingi Presiden, Bahlil Ungkap BBM hingga Listrik di Sumbar Tertangani Pasca-Bencana
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Sejumlah Titik Wilayah Terdampak Bencana di Sumbar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
CEK FAKTA: Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatera ke Inggris Rp 90 Triliun, Benarkah?
-
Padang Berpotensi Hujan Ringan, Ini Peringatan BMKG
-
5 Fakta Ikan Mati Massal di Danau Maninjau, Kejadikan Berulang yang Rugikan Petani Ratusan Juta
-
Kecelakaan Beruntun di Agam Tewaskan Tiga Orang, Truk Hantam Truk Parkir
-
CEK FAKTA: AS Larang Sertifikasi Halal di Indonesia, Benarkah?