- Huntara Sumbar resmi ditempati, pengungsi pindah ke hunian lebih layak.
- BNPB pastikan hak logistik warga terpenuhi meski tinggal Huntara sementara.
- Pemerintah percepat rehabilitasi, bantuan dan DTH disalurkan pascabencana Sumatera Barat.
SuaraSumbar.id - Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1/2026).
Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah 267 unit. Para warga terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengusian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di Huntara.
Peresmian Huntara tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.
Secara simbolis, peresmian dan penyerahan kunci dilakukan di Huntara yang berada di Lapangan Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kacamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Menko PMK Pratikno mengatakan, pembangun Huntara dilakukan di banyak tempat di beberapa daerah yang terdampak bencana. Masyarakat sudah mulai menepati Huntara, dan pindah dari lokasi pengusian.
"Ini tahapan penting, supaya tidak terlalu lama di pengusian kemudian hidup sebagai keluarga yang lebih normal sambil dalam proses tentu saja pembangunan Huntap (Hunian Tetap)," kata Pratikno yang juga selaku Ketua Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Pratikno mengungkap pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas ini diketuai oleh Menteri Dalam Negeri, bertugas melakukan percepatan, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepatnya.
"Dengan mandat yang lebih baik. Kita mulai dari infrastruktur tentu saja. Banyak sekali jalan, jembatan rusak diperbaiki. Listrik, BBM dan lainya. Huntara sudah banyak dibangun," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas gerak cepat BNPB beserta pemerintah daerah dalam menyelesaikan Huntara.
"Huntara ini salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi yang rumahnya terdampak rusak ringan, sedang dan berat," kata Tito.
Ia menyebutkan, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang rumahnya rusak. Mulai dari yang terdampak rusak ringan dan sedang diberikan biaya Rp 15 juta - Rp 30 juta.
"Sedangkan rusak berat, mereka disiapkan Huntap. Tapi sebelum Huntap, mereka diberikan dua opsi. Satu, disiapkan Huntara atau mereka ingin tidak di Huntara tinggal di rumah saudara, ngontrak, lalu diberikan DTH (dana tunggu hunian)," ucapnya.
Tito mengatakan tahapan DTH sudah dilakukan dan terus akan terus dikoordinasikan dengan BPS untuk validasi data di tiga provinsi terdampak.
Jika data sudah tervalidasi, DTH segera dibayar ke rekening penerima. Untuk di Sumbar, sebanyak 1.867 DTH sudah disalurkan ke masyarakat.
"Ini agar pengungsi jauh berkurang. Kuncinya ada di data," jelasnya.
Berita Terkait
-
H-9 Lebaran, Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Target Pembangunan Huntara
-
1.518 Huntara Terbangun di Gayo Lues, Ditargetkan Rampung Total Jelang Lebaran
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Ratusan Miliar Bantuan Rumah di Aceh
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
CEK FAKTA: Viral Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran, Benarkah?
-
Jalan Padang-Bukittinggi via Sicincin-Malalak-Balingka Ditutup Saat Arus Mudik, Ini Alasannya
-
BRI Hadirkan Promo Ramadan untuk Kuliner, Hiburan, hingga Belanja Keluarga
-
CEK FAKTA: Viral Video Evakuasi Penumpang Pesawat di Israel Saat Serangan Iran, Benarkah?
-
KNKT Rekomendasikan Jalan Sitinjau Lauik Ditutup, Gubernur Sumbar: Hampir Setiap Hari Kecelakaan!