-
Pemprov Sumbar siapkan strategi tekan inflasi jelang Ramadan dan Idul Fitri.
-
Bencana dan lonjakan permintaan picu tekanan inflasi pangan di Sumbar.
-
Cabai, bawang, dan beras jadi fokus pengendalian inflasi daerah.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat langkah antisipasi terhadap Inflasi Sumbar dengan menyiapkan berbagai intervensi strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pascabencana, sekaligus menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Upaya pengendalian Inflasi Sumbar tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam pertemuan Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumbar. Dalam forum itu, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali.
"Sejumlah langkah intervensi dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sumbar. Termasuk mengajukan permintaan tambahan cadangan pangan ke Bapanas. Selanjutnya kami mohon dukungan dari semua pihak," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Jumat (23/1/2026).
Pertemuan Forum TPID Provinsi Sumbar mengangkat tema “Sinergi dan Strategi Pengendalian Inflasi Pasca Bencana serta Persiapan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2026”.
Forum ini digelar sebagai respons atas meningkatnya tekanan Inflasi Sumbar yang dipicu dampak bencana dan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Mahyeldi mengungkapkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan dan kerugian signifikan di berbagai sektor. Infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi sektor yang terdampak paling parah.
Kondisi tersebut berimbas langsung terhadap proses produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di Sumbar. Gangguan rantai pasok ini turut memperbesar risiko kenaikan harga komoditas strategis di pasar.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat inflasi Sumbar sepanjang 2025 mengalami tren peningkatan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama tekanan inflasi di daerah tersebut.
Tekanan Inflasi Sumbar diperkirakan akan terus meningkat seiring terganggunya pasokan pangan akibat bencana serta tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
“Jika tidak melakukan mitigasi segera, kondisi tersebut akan semakin memperparah tekanan inflasi bagi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian inflasi.
Ia menawarkan dua pendekatan utama, yakni pengendalian harga dalam jangka pendek dan penguatan ketahanan pangan daerah untuk jangka panjang. Langkah ini dinilai krusial agar Inflasi Sumbar dapat ditekan secara berkelanjutan.
“Untuk jangka pendek, kita harus memastikan harga tetap terkendali dan pasokan tersedia. Sementara untuk jangka panjang, ketahanan pangan daerah harus diperkuat agar tidak mudah terguncang oleh faktor bencana maupun fluktuasi permintaan,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengingatkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, komoditas penyumbang inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2024–2025 meliputi cabai merah, bawang merah, dan beras. Komoditas tersebut akan menjadi fokus utama pengendalian Inflasi Sumbar ke depan. (Antara)
Berita Terkait
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong
-
Pensiunan Guru di Sumbar Tewas Bersimbah Darah Usai Salat Subuh
-
Dampingi Presiden, Bahlil Ungkap BBM hingga Listrik di Sumbar Tertangani Pasca-Bencana
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026, Polda Sumbar Izinkan Kantor Polisi Jadi Tempat Istirahat Pemudik
-
Mudik Lebaran 2026, Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik Dibuka 24 Jam
-
Traveling Lebaran ke Luar Negeri Jadi Praktis Tanpa Harus Tukar Mata Uang
-
Jurnalis Suara.com Jadi Komisioner KPID Sumbar 2026-2029, Ini Profilnya
-
Bijak Berbelanja Jelang Hari Raya, Ini Tips Belanja Hemat dengan Promo BRI