Riki Chandra
Kamis, 22 Januari 2026 | 20:19 WIB
Potret warga saat berada di Huntara daerah Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]
Baca 10 detik
  •  DPR dorong penambahan huntara Sumbar untuk korban banjir.

  • Danantara dinilai mampu bangun tambahan 500 unit huntara.

  • Target pembangunan huntara selesai sebelum Bulan Puasa.

SuaraSumbar.id - Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan tambahan sekitar 500 unit hunian sementara (huntara) kepada Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memenuhi kebutuhan korban bencana banjir yang hingga kini masih membutuhkan tempat tinggal layak.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa aspirasi penambahan huntara Sumbar tersebut muncul saat kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bersama Danantara dan sejumlah BUMN ke lokasi pembangunan huntara di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (22/1/2026).

Menurut Andre, tambahan huntara Sumbar yang diusulkan berasal dari beberapa daerah dengan kebutuhan yang cukup signifikan.

Kabupaten Agam mengajukan tambahan 182 unit, Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 100 unit, Kabupaten Limapuluh Kota mengusulkan 150 unit, serta sisanya berasal dari Kabupaten Tanah Datar. Total keseluruhan kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 500 unit rumah.

“Kemungkinan kita masih butuh sekitar 500 unit rumah lagi,” kata Andre Rosiade.

Ia menilai kebutuhan tersebut penting untuk memastikan seluruh korban bencana di Sumatera Barat mendapatkan hunian sementara yang layak sebelum masuk ke tahap pembangunan hunian permanen.

Andre juga menyatakan keyakinannya bahwa Danantara mampu merealisasikan tambahan huntara Sumbar tersebut dengan melibatkan peran aktif berbagai BUMN yang berada di bawah naungannya. Beberapa perusahaan pelat merah seperti Pertamina dinilai memiliki kapasitas dan sumber daya untuk berkontribusi dalam percepatan pembangunan.

“Saya yakin Danantara bisa melakukannya, tinggal Pertamina dan yang lainnya patungan,” ujarnya. Menurut Andre, sinergi BUMN menjadi kunci agar kebutuhan hunian sementara dapat segera terpenuhi.

Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rohan Hafas menjelaskan bahwa sejak awal Danantara memang telah menyiapkan pembangunan huntara dalam jumlah besar di wilayah terdampak bencana. Danantara, kata dia, siap membangun 15 ribu unit huntara yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Angka itu cukup realistis karena waktu itu data sementara BNPB terdapat 33 ribu rumah yang rusak,” kata Rohan Hafas. Data tersebut menjadi dasar perencanaan awal pembangunan huntara oleh Danantara.

Terkait permintaan tambahan 100 unit huntara Sumbar di Kabupaten Padang Pariaman, Rohan memastikan pihaknya akan segera merealisasikannya. Ia menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan bagian dari tugas negara untuk menjamin tempat tinggal sementara yang layak bagi para penyintas banjir.

Danantara menargetkan pembangunan tambahan 100 unit huntara tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu. Target ini diharapkan membuat seluruh penyintas banjir di wilayah tersebut sudah dapat menempati huntara Sumbar sebelum memasuki Bulan Puasa.

“Untuk membangun 40 unit kita hanya membutuhkan waktu delapan hari, jadi kalau mungkin ditambah 100 lagi, kita bisa selesaikan dua minggu,” kata Rohan Hafas. (Antara)

Load More