-
Video klaim Ka'bah banjir viral dan memicu ribuan interaksi.
-
TurnBackHoax pastikan video Ka'bah banjir hasil rekayasa AI.
-
Tidak ada laporan resmi banjir Ka'bah Januari 2026.
SuaraSumbar.id - Beredar luas di media sosial (medsos) sebuah video dengan klaim Ka'bah diterjang banjir dan menuai perhatian publik.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “sumonkhanbd89” pada Jumat (9/1/2026) dan memperlihatkan bangunan suci umat Islam seolah-olah dikepung banjir besar.
Lantas, benarkah ka'bah diterjang banjir?
Berdasarkan pemeriksaan tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan satu pun laporan resmi atau pemberitaan tepercaya yang membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Januari 2026.
Dari hasil pengamatan visual, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam video yang mengklaim Ka'bah diterjang banjir. Salah satu indikasi paling menonjol adalah genangan air yang tampak tidak merata dan pergerakannya terlihat tidak alami, sehingga mengarah pada dugaan rekayasa kecerdasan buatan atau rekayasa AI.
Untuk memastikan temuan tersebut, tim Cek Fakta kemudian menganalisis video menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 91,4 persen. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa konten tersebut tidak autentik.
Sebagai catatan, Ka'bah memang pernah mengalami banjir di masa lalu. Mengutip pemberitaan, banjir besar pernah melanda area Ka'bah pada 1941 dengan ketinggian air mencapai leher orang dewasa. Selain itu, banjir juga tercatat terjadi pada 2009 dan 2012, meski skalanya tidak separah peristiwa 1941.
Namun, berdasarkan data dari climate-data.org, kondisi cuaca Mekah pada Januari 2026 berada di kisaran suhu 15,8 hingga 21,3 derajat Celcius dan termasuk musim dingin. Kondisi tersebut tidak mendukung terjadinya banjir besar seperti yang tergambar dalam video Ka'bah diterjang banjir yang beredar.
Kesimpulan
Klaim dalam video viral tersebut dipastikan tidak benar. Konten yang menampilkan Ka'bah diterjang banjir merupakan konten palsu atau fabricated content hasil rekayasa AI, dengan tingkat kemungkinan mencapai 91,4 persen.
Berita Terkait
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Kemenkeu Pastikan Klaim Program Baru Dana Hibah Menteri Keuangan Tidak Benar
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Polwan Diduga Dilecehkan Perwira Berpangkat AKBP, LBH Padang Kecam Penghentian Kasus
-
Sakit Kepala Saat Bangun Tidur? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Ini
-
Dijamin Asli, Yuk Beli Setrika Philips Online Original Hanya Di Blibli!