- Video klaim dana desa beredar luas di Facebook.
- Suara Purbaya terindikasi kuat hasil rekayasa AI.
- Tidak ada pernyataan resmi mendukung klaim tersebut.
SuaraSumbar.id - Sebuah video di Facebook kembali memicu perbincangan publik dengan klaim Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa.
Video tersebut menampilkan sosok yang diklaim sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, seolah-olah menyatakan bahwa kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa dan menyarankan agar anggaran itu dialihkan untuk pembangunan infrastruktur pedalaman.
Dalam unggahan itu, narasi Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa diperkuat dengan pernyataan bahwa para kepala desa kini memiliki banyak sawah dan tanah. Dana desa pun dinilai tidak tepat sasaran dan dianggap banyak disalahgunakan, sehingga lebih baik dialokasikan ke sektor lain.
Narasi tersebut disertai kutipan berikut:
“Sepertinya sejak dana desa dihapuskan, Kadesnya yang paling menderita. Sejak ada dana desa kadesnya jadi kaya-kaya, sawah, tanah dimana-mana. Lebih baik dana desa dialokasikan buat infrastruktur dipedalaman karena selama ini dana desa banyak disalahgunakan, selain itu manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana desa tidak mengerti tujuan dan manfaatnya.”
Namun, benarkah klaim Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Antara, tidak ditemukan satu pun video resmi maupun pernyataan sah dari Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut kepala desa menjadi kaya akibat dana desa. Video yang beredar justru terindikasi kuat sebagai hasil rekayasa AI.
Pemeriksaan menggunakan pendeteksi AI menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut sangat kuat mengarah pada hasil manipulasi kecerdasan buatan. Artinya, suara yang mengatasnamakan Purbaya bukan berasal dari pernyataan asli.
Selain itu, video tersebut memiliki kemiripan dengan pemberitaan Tribunnews berjudul “Menkeu Purbaya Tak Goyah meski Didemo Kades se-Indonesia terkait Pencairan Dana Desa: Gak Berubah”. Berita itu membahas respons Purbaya terhadap aksi protes kepala desa terkait pencairan dana desa tahap II tahun 2025.
Dalam pemberitaan asli, Purbaya menjelaskan sebagian dana ditahan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih dan menegaskan pemerintah tidak akan mengubah aturan yang sudah ditetapkan.
Tidak ada satu pun pernyataan dalam berita tersebut yang menyebut atau menyinggung bahwa kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa. Dengan demikian, klaim Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa yang beredar di media sosial dapat dipastikan tidak benar dan masuk kategori hoaks.
Kesimpulan
Klaim video yang menyebut Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dan tidak didukung pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel.
Berita Terkait
-
Istana Jawab Kabar Purbaya Mundur dari Menteri Keuangan
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 180,4 Triliun per 31 Mei 2026, 0,70% dari PDB
-
Chatib Basri Menkeu Era Presiden Siapa? Sempat Beredar Rumor Gantikan Purbaya
-
Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Memanas, Mensesneg: Fokus Kita Sinergi, Bukan Ganti Orang!
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian
-
Aktivitas Bongkar Muat Barang di Sumbar Alami Penuruan, Ini Data Lengkap dari BPS
-
2 Orang Kena Peluru Nyasar di UNP, SPK Sumbar Desak Investigasi Independen
-
Mitsubishi Destinator Exceed Hadir dengan Mesin Turbo Irit & Kabin Luas untuk Perjalanan Keluarga