- BKSDA Sumbar tangani 24 konflik satwa liar di Agam.
- Harimau sumatera dominasi konflik, ternak warga jadi sasaran.
- Evakuasi dan imbauan dilakukan cegah konflik berulang.
SuaraSumbar.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 24 konflik satwa liar dengan manusia yang terjadi di wilayah Kabupaten Agam sepanjang tahun 2025.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan bahwa konflik satwa di Agam tersebar di enam kecamatan, yakni Palupuh, Palembayan, Ampek Koto, Matua, Lubuk Basung, dan Ampek Nagari.
“24 konflik itu terjadi di Kecamatan Palupuh, Palembayan, Ampek Koto, Matua, Lubuk Basung dan Ampek Nagari,” kata Ade Putra, Kamis (8/1/2026).
Ade Putra menjelaskan bahwa dari total konflik satwa Agam yang ditangani selama 2025, mayoritas melibatkan harimau sumatera.
“Ia mengatakan ke 24 konflik satwa liar tersebut dengan jenis harimau sumatera 21 konflik dan beruang madu tiga konflik,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan masih tingginya interaksi antara satwa liar dilindungi dengan aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan.
Dalam penanganannya, BKSDA Sumbar menurunkan petugas dari Resor Konservasi Wilayah II Maninjau yang didukung oleh Patroli Anak Nagari (Pagari).
Tim gabungan ini melakukan pemantauan lapangan, penanganan langsung konflik, hingga upaya evakuasi satwa yang dinilai berisiko tinggi.
Ade Putra merinci, harimau sumatera dalam beberapa kejadian memangsa ternak warga. Tercatat empat ekor sapi atau kerbau dan sembilan ekor anjing menjadi korban.
Sementara itu, konflik dengan beruang madu umumnya terjadi ketika satwa tersebut masuk ke permukiman dan lahan perkebunan warga. Beruang madu diketahui memakan kelapa, nangka, serta hasil perkebunan lainnya milik masyarakat.
“Kita berhasil mengevakuasi dua individu harimau sumatera dalam kondisi cacat di Nagari Tiga Balai, Kecamatan Matur, Selasa (11/3) dan terkena terjerat babi di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Sabtu (22/11),” katanya.
Ia menambahkan, konflik tersebut dipicu oleh kondisi harimau yang cacat sehingga kesulitan berburu mangsa alami di habitatnya.
Selain faktor cedera, kondisi harimau betina yang sedang beranak dan anaknya masih dalam tahap belajar berburu juga memicu peningkatan konflik. Oleh karena itu, BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat agar tidak memasang jerat babi di sekitar perkebunan karena dapat membahayakan satwa liar.
Warga juga diminta tidak menggembalakan ternak di pinggir kawasan hutan, memasang api-apian di sekitar kandang, tidak ke kebun sendirian, serta menghindari aktivitas di kebun pada pukul 16.00–08.00 WIB. “Kita setiap saat menyampaikan imbauan itu saat bertemu dengan masyarakat di lapangan,” kata Ade Putra. (Antara)
Berita Terkait
-
Tanpa Kita Sadari, Politik Mempengaruhi Kehidupan Lingkungan dan Satwa
-
Kita Tak Bisa Menyelamatkan Satwa Sambil Menghancurkan Habitatnya
-
Rumah Satwa Endemik Tergerus Saat Perlindungan Konservasi Hanya di Kertas
-
Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi
-
100 Satwa Dievakuasi dari Lokasi Karhutla, Ular hingga Biawak dan Ada yang Mati
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan
-
Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang
-
BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah
-
BRI Manjakan Nasabah Private dan Prioritas dengan Promo Eksklusif The Premiere