- Cuaca Sumbar fluktuatif dan gubernur minta masyarakat tetap waspada bencana.
- Hujan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi beberapa bulan.
- Pemerintah dan masyarakat diminta perkuat kesiapsiagaan bersama.
SuaraSumbar.id - Kondisi cuaca di Sumatera Barat (Sumbar) masih sulit diprediksi. Atas dasar itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih mengintai seiring cuaca yang belum sepenuhnya stabil di berbagai daerah.
Meski Sumbar telah melewati puncak musim hujan pada November dan Desember 2025, dinamika cuaca masih memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Situasi ini dinilai berpotensi memicu bencana lanjutan apabila tidak diantisipasi secara serius oleh seluruh pihak.
“Cuaca ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada dan siaga,” ujar Mahyeldi, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Mahyeldi mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian tim teknis, curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memperburuk kondisi sungai yang mengalami pendangkalan. Selain itu, kerusakan tanggul serta fasilitas pengendali banjir juga menjadi faktor risiko yang dapat memperbesar dampak bencana jika Cuaca Sumbar kembali ekstrem.
Ia menekankan, kesiapsiagaan pemerintah tidak cukup hanya pada aspek teknis. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Salah satunya dengan rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, termasuk BMKG.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan,” kata Mahyeldi.
Lebih lanjut, Gubernur meminta agar alur penyampaian informasi dari pemerintah provinsi hingga ke tingkat paling bawah dapat berjalan cepat dan jelas. Dengan demikian, masyarakat tidak mengalami kepanikan, namun tetap memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk akibat Cuaca Sumbar yang fluktuatif.
Menurut Mahyeldi, koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk menekan risiko bencana. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan, baik terhadap keselamatan warga maupun kerusakan infrastruktur.
FGD tersebut diketahui dihadiri oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat. Para bupati dan wali kota mengikuti kegiatan secara daring, bersama Forkopimda kabupaten/kota serta perwakilan berbagai instansi dan kementerian terkait.
Turut hadir perwakilan Pengadilan Tinggi, BMKG, PLN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, Balai Cipta Karya bidang air minum, Bappenas, serta satuan kerja dan UPT balai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Permukiman. Seluruh pihak sepakat pentingnya sinergi menghadapi tantangan Cuaca Sumbar ke depan.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru
-
Panggung Kreativitas Jadi Strategi Baru Galang Dana Bantuan Korban Bencana
-
Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?
-
5 Minuman yang Harus Dihindari saat Cuaca Terik agar Tubuh Tetap Terhidrasi
-
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan, Layani Masyarakat hingga Pelosok Negeri
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai