-
Gubernur Sumbar instruksikan pengerukan sungai di wilayah rawan banjir.
-
Pendangkalan sungai dinilai picu banjir bandang susulan di Agam.
-
Warga diimbau mengungsi karena hujan tinggi dan tanah labil.
SuaraSumbar.id - Upaya pengerukan sungai cegah banjir menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), menyusul terjadinya banjir bandang susulan di sejumlah wilayah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menginstruksikan dinas terkait agar segera melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai, terutama di daerah rawan bencana, guna mencegah banjir berulang yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
Instruksi pengerukan sungai cegah banjir tersebut disampaikan Mahyeldi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar.
Ia meminta agar dinas segera berkoordinasi dengan balai sungai untuk menangani pendangkalan yang dinilai memperparah risiko luapan air saat curah hujan tinggi.
“Saya sudah meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar berkoordinasi dengan balai sungai agar segera mengeruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan,” kata Mahyeldi, Sabtu (3/1/2026).
Langkah pengerukan sungai cegah banjir ini disampaikan gubernur sebagai respons atas banjir bandang susulan yang melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Menurut Mahyeldi, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan harus segera ditangani karena berpotensi menyebabkan debit air meluap dan memicu bencana serupa di masa mendatang.
Mahyeldi menegaskan pengerukan sungai bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda. Ia menilai, tanpa langkah cepat, dampak luapan air akan semakin parah dan membahayakan keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai.
“Segera keruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan sebelum dampak luapan air semakin parah,” tegas Mahyeldi.
Selain menginstruksikan percepatan pengerukan, Mahyeldi juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman. Imbauan ini disampaikan mengingat curah hujan di Kabupaten Agam dalam beberapa hari terakhir masih tergolong tinggi.
“Masyarakat kita imbau untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, curah hujan masih tinggi dan tanah bekas longsoran masih sangat labil,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Agam Benny Warlis menyambut baik respons cepat Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menangani dampak bencana di daerahnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Agam telah beberapa kali dilanda banjir bandang susulan sehingga membutuhkan perhatian serius serta langkah mitigasi yang berkelanjutan.
Menurut Benny, dukungan berupa tambahan alat berat yang dikerahkan gubernur sangat membantu percepatan penanganan di lapangan. Bantuan tersebut juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir bandang.
“Kita bersyukur ada tambahan alat berat yang dikerahkan gubernur untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk bantuan untuk kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Menolak Bantuan Asing di Tengah Gempa NTT: Kedaulatan Bangsa atau Sekadar Gengsi?
-
Tragedi Bencana di Luar Jawa: Saat Nyawa Korban Tersandera Birokrasi dan Rantai Pasok Pusat
-
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang
-
El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI
-
WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit