-
Pemkab Agam butuh 13 jembatan bailey pulihkan akses warga.
-
Banjir dan longsor rusak puluhan jembatan di Agam.
-
Ratusan keluarga terisolasi akibat akses transportasi terputus.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), membutuhkan jembatan bailey Agam sebanyak 13 unit untuk membuka kembali akses jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Kerusakan infrastruktur ini membuat sejumlah wilayah terisolasi dan aktivitas masyarakat terganggu.
Bupati Agam Benni Warlis mengungkapkan, kebutuhan jembatan bailey Agam tersebut tersebar di berbagai titik yang terdampak banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.
“Secara keseluruhan terdapat 13 jembatan bailey yang perlu dipasang di Kabupaten Agam akibat bencana banjir, tanah longsor dan banjir bandang melanda daerah itu,” kata Benni Warlis, Jumat (19/12/2025).
Menurutnya, Pemkab Agam terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar pemasangan jembatan bailey Agam bisa segera direalisasikan sebagai solusi sementara.
“Kita dorong agar jembatan bailey segera dipasang, sehingga akses masyarakat bisa kembali terbuka dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal,” katanya.
Benni Warlis mengatakan, kondisi kerusakan infrastruktur tersebut telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Kabupaten Agam. Pemerintah daerah berharap percepatan pemasangan jembatan bailey Agam dapat mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Agam juga telah meninjau langsung jalan yang putus di Kecamatan Tanjung Mutiara pada Kamis (18/12/2025). Secara keseluruhan, tercatat 28 unit jembatan rusak di lima kecamatan di Agam akibat banjir bandang, tanah longsor, dan banjir.
Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama, menjelaskan di wilayahnya terdapat tiga jembatan yang hanyut terbawa banjir, yakni Jembatan Ujung Karang I, Jembatan Ujung Karang II, dan Jembatan Bakung.
Akibatnya, warga di Subang-subang hingga kini masih terisolasi karena akses darat tidak dapat dilalui dan hanya bisa ditempuh menggunakan perahu.
“Pada Jembatan Ujung Karang I memiliki panjang sekitar 80 meter badan jalan putus. Ruas jalan ini merupakan jalan provinsi Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, menuju Sasak Kabupaten Pasaman Barat," katanya.
Ia menambahkan, sekitar 700 kepala keluarga terdampak banjir dan kesulitan akses akibat terputusnya jalur transportasi menuju Labuhan dan Subang-subang.
Kondisi ini menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, sehingga keberadaan jembatan bailey Agam dinilai mendesak untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak. (Antara)
Berita Terkait
-
Sekolah Belum Pulih, Ujian Siswa SDN Alue Lhok Digelar di Tenda Darurat
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah
-
Banjir dan Longsor Berulang, Auriga Ungkap Deforestasi 'Legal' Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata