-
Tanggap darurat diperpanjang fokus buka akses wilayah terdampak bencana alam
-
Empat kecamatan Pasaman Barat masih terisolasi akibat banjir longsor
-
Jembatan darurat dan distribusi logistik jadi prioritas utama pemerintah
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan yang berlaku sejak 16 hingga 22 Desember 2025.
Kebijakan ini diambil lantaran sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor masih membutuhkan penanganan intensif, terutama terkait akses jalan dan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatan, perpanjangan tanggap darurat bencana Pasaman Barat difokuskan pada empat wilayah yang hingga kini membutuhkan perhatian serius.
Daerah tersebut meliputi Maligi di Kecamatan Sasak, Nagari Katiagan Kecamatan Kinali, Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, serta sejumlah kawasan di Kecamatan Ranah Batahan.
"Secara umum daerah yang terdampak bencana sudah bisa disalurkan bantuan logistik, tetapi perlu penanganan serius jalan menuju lokasi itu," katanya, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, keterbatasan akses transportasi masih menjadi kendala utama dalam percepatan penanganan bencana. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya membuka akses jalan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara optimal.
"Saat ini di empat lokasi itu akses transportasi masih terbatas. Pembenahan dan pembersihan material banjir dan longsor terus dilakukan," katanya.
Upaya konkret yang dilakukan di lapangan di antaranya pembangunan jembatan darurat di Sikabau, Kecamatan Koto Balingka, bekerja sama dengan TNI AD.
Jembatan tersebut sebelumnya terputus akibat terjangan banjir dan kini telah selesai dibangun sehingga tinggal dimaksimalkan untuk pendistribusian logistik.
Selain itu, pembersihan material longsor juga masih berlangsung di jalur menuju Talamau, tepatnya di kawasan Pasanggiang Talu. Kondisi jalan yang berlumpur menyebabkan jalur tersebut saat ini hanya bisa dilalui kendaraan gardan dua. Distribusi bantuan juga terus dilakukan ke wilayah dengan akses terbatas seperti Katiagan Kinali dan Maligi Sasak.
Berdasarkan data terakhir, bencana alam di wilayah Sumatera Barat ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia, tiga orang dinyatakan hilang, lima orang luka-luka, serta 352 orang terpaksa mengungsi di rumah kerabat. Kerusakan fisik juga cukup signifikan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum.
Tercatat 18 unit rumah rusak berat, 16 unit rusak sedang, 38 unit rusak ringan, dan 11 unit rumah hanyut. Selain itu, tiga fasilitas kesehatan rusak, 30 tempat ibadah terdampak, serta satu kantor mengalami kerusakan. Infrastruktur lain yang terdampak meliputi irigasi, bendungan, jembatan, jalan, lahan pertanian, hingga perkebunan.
"Untuk warga yang rumahnya rusak dan hanyut pihaknya telah mengusulkan ke BNPB melalui Provinsi Sumbar agar membantu dana tunggu hunian sambil menunggu hunian sementara dan hunian tetap."
Perpanjangan tanggap darurat bencana Pasaman Barat diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi secara merata. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter
-
Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Cak Imin Ingatkan Dampak Bencana Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari
-
Bukittinggi Usul Jadi Daerah Istimewa, Momentum 100 Tahun Jam Gadang Didorong ke Pusat
-
Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat