-
Helikopter antarkan bantuan BNPB ke wilayah terisolasi Pasaman Barat.
-
Akses jalan terputus akibat longsor, pembukaan jalur terus dikebut.
-
Logistik langsung dibagikan kepada warga terdampak bencana alam.
SuaraSumbar.id - Warga Bateh Samuik, Jorong Tombang Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya menerima bantuan BNPB yang diantarkan menggunakan helikopter, Jumat (12/12/2025).
Bantuan itu dikirim karena akses darat menuju lokasi masih terputus akibat longsor yang menimbun ruas jalan utama.
Helikopter tersebut mendarat di lapangan bola Bateh Samuik sebelum menurunkan sejumlah logistik untuk para korban bencana.
Langkah ini menjadi perhatian karena pengiriman bantuan BNPB melalui udara dinilai sebagai opsi paling cepat di tengah sulitnya medan yang terdampak longsor.
“Helikopter itu mendarat di lapangan bola Bateh Samuik dengan menurunkan sejumlah logistik. Setelah itu langsung kembali terbang,” ujar Wali Nagari Sinuruik, Frianton.
Ia menyebut seluruh bantuan segera diangkut ke posko tanggap darurat sebagai bagian dari pendistribusian bantuan BNPB tahap awal kepada masyarakat setempat.
Adapun bantuan yang diterima meliputi 24 karung beras berisi 5 kilogram, 6 dus minyak goreng, 30 dus wafer anak, serta empat dus sosis. Semua logistik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana dan terisolasi setelah longsor terjadi.
Hingga kini, akses menuju Bateh Samuik Tombang belum sepenuhnya normal. Jalur di kawasan Tinggam masih tertutup material longsor sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus melakukan upaya pembukaan jalan agar aktivitas masyarakat kembali pulih. Upaya ini juga berkaitan erat dengan kelancaran distribusi bantuan BNPB yang diperlukan warga.
“Pembukaan jalan terus kita lakukan agar kendaraan bisa melalui jalan itu dan memperlancar akses masyarakat,” kata Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan.
Ia menegaskan bahwa pembukaan jalan harus disegerakan karena warga telah terputus aksesnya sejak longsor terjadi pada Jumat (28/11/2025).
Ihpan menjelaskan panjang timbunan longsor mencapai sekitar satu kilometer. Dari total itu, sekitar 800 meter sudah berhasil dibersihkan. Targetnya, dalam dua hari ke depan jalur tersebut minimal bisa dilewati kendaraan roda dua.
Akses jalan menuju Bateh Samuik Tombang sangat vital karena merupakan satu-satunya jalur penghubung wilayah tersebut. Percepatan penanganan jalan serta kesinambungan distribusi bantuan BNPB diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak bencana. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
-
Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya
-
Prabowo Sebut Sisi Positif dari Bencana Indonesia: Tanah Jadi Subur
-
Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?
-
Helikopter Milik Stasiun TV Jatuh di Los Angeles, 3 Orang Tewas
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari
-
Surat Penetapan Eksekusi PN Padang Disobek, Pengadilan Lapor ke Polisi
-
Sharia Wealth Forum 2026, BRI Ungkap Peluang Diversifikasi lewat Investasi Syariah
-
4 Polisi di Solok Selatan Dipecat
-
Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi