-
Pemprov perpanjang tanggap darurat untuk percepat pencarian korban hilang.
-
Kabupaten Agam catat korban terbanyak selama bencana hidrometeorologi Sumbar.
-
Total 24 ribu lebih warga terpaksa mengungsi akibat bencana.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi memperpanjang masa tanggap darurat Sumbar selama 14 hari hingga 22 Desember 2025. Keputusan ini diumumkan Gubernur Mahyeldi Ansharullah usai rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait, Senin (8/12/2025).
Langkah ini diambil karena proses pencarian korban dan pendataan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi belum selesai.
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi menegaskan bahwa perpanjangan tanggap darurat Sumbar diperlukan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan maksimal.
“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan bisa lebih maksimal dan menyeluruh,” ujarnya.
Dampak bencana sangat bervariasi di tiap daerah. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban terbanyak, mencatat 151 meninggal dunia dan 55 orang hilang.
Sementara beberapa daerah seperti Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota tidak mencatat korban jiwa maupun luka. Situasi di Kabupaten Agam juga kembali mengkhawatirkan karena hujan intensitas sedang membuat sebagian warga yang sudah pulang harus kembali mengungsi.
“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, dengan 151 orang meninggal dan 55 orang hilang. Sejumlah warga di sana juga kembali mengungsi karena hujan intensitas sedang yang kembali turun,” jelasnya.
Pemprov Sumbar bersama TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus fokus mempercepat proses pencarian korban serta pemulihan sarana terdampak. Seluruh tim bekerja sepanjang waktu untuk memastikan keselamatan warga selama masa tanggap darurat Sumbar masih diberlakukan.
“Kita mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Semoga segala ikhtiar ini diberkahi Allah SWT dan proses pencarian serta pemulihan dapat segera tuntas,” tutup Gubernur Mahyeldi.
Tag
Berita Terkait
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Puncak Musim Hujan Masih Berlangsung, Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Bencana Susulan
-
PSI Tapsel Salurkan Bantuan ke Sangkunur, Sejumlah Desa Masih Terisolasi
-
Hasil Rapat Evaluasi Merekomendasikan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumut
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo