-
Akses Lubuk Basung-Bukittinggi kembali normal setelah pembersihan longsor.
-
Banyak jalur Agam masih terputus akibat longsor meluas.
-
Pemkab Agam kekurangan alat berat untuk percepatan penanganan.
SuaraSumbar.id - Akses jalan Lubuk Basung-Bukittinggi via Kelok 44 sudah kembali bisa dilewati, setelah sejumlah titik longsor di kelok tersebut selesai dibersihkan.
Kelok 44 merupakan jalur utama penghubung Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon, mengatakan akses Lubuk Basung-Bukittinggi via Kelok 44 sudah bisa dilalui sejak Kamis (4/12/2025) sore.
Pembersihan material longsor dilakukan setelah badan jalan di Kelok 8 tertimbun akibat terban dari Kelok 10.
“Setelah dibersihkan, maka sudah bisa dilalui menuju Bukittinggi via Panta menuju Ngarai Sianok,” katanya, Jumat (5/12/2025).
Ofrizon juga mengatakan bahwa jalan provinsi Sicincin Padang Pariaman menuju Toboh, Kecamatan Malalak, juga sudah bisa dilewati kendaraan. Namun, akses Lubuk Basung-Bukittinggi via Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, masih terputus karena kondisi jalan yang rusak parah dan banyak titik longsor.
Sementara itu, alat berat dari Dinas PUTR Agam dan Batalyon Zeni Tempur terus bekerja membuka akses yang masih tertutup. Termasuk jalur Maninjau menuju Sungai Batang yang belum bisa dilewati akibat terban dan putusnya jembatan di kawasan tersebut. Hingga kini, jalur alternatif hanya bisa ditempuh dari Muko-Muko melewati Tanjung Sani.
Pemkab Agam juga sedang melakukan pembukaan akses Koto Alam menuju Subarang Aia, Kecamatan Palembayan. Pengerahan alat berat dilakukan agar distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana longsor Agam dapat segera dipercepat.
Sejumlah akses lain seperti Palembayan menuju Matur, serta Palembayan menuju Tulang Gajah dan Toboh–Malalak, masih tertutup material longsor.
“Ada lima alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material tanah longsor berasal dari Pemkab Agam, Pemko Bukittinggi, dan Pemprov Sumbar,” ujarnya.
Namun jumlah tersebut masih jauh dari cukup. Pemerintah Kabupaten Agam masih kekurangan alat untuk percepatan pembersihan material dan pencarian 85 warga yang dilaporkan hilang.
Ofrizon berharap masyarakat atau pihak swasta yang memiliki alat berat maupun truk dapat membantu percepatan pembersihan material longsor.
“Setidaknya kita masih kekurangan 10 unit ekskavator, lima unit loader, dan 10 unit dump truk,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Akses Padang-Bukittinggi Longsor, Kementerian PU Ungkap Proyeksi saat Mudik
-
Tunjukkan Empati, Warga Bukittinggi Rayakan Tahun Baru di Jam Gadang Tanpa Pesta Kembang Api
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Agam, Usir Pakai Sirene Ambulans
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X SMA Halaman 86, Incaran Siswa yang Bahas Teks Negosiasi
-
5 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering hingga Sensitif, Praktis dan Multifungsi
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas XI Halaman 101-102, Kebaikan Abang di Cerpen Malaikat Juga Tahu
-
Pembebasan Lahan Berpotensi Perlambat Flyover Sitinjau Lauik, Pemprov Sumbar Didesak Gerak Cepat!