-
Jumlah korban meninggal Agam bertambah menjadi 139 jiwa.
-
BPBD lanjutkan pencarian korban hilang dengan tim gabungan.
-
Bencana melanda 16 kecamatan setelah hujan ekstrem berhari-hari.
SuaraSumbar.id - Jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terus bertambah. Nyawa mereka melayang diterjang bencana alam banjir bandang, banjir, dan longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan total korban tewas kini mencapai 139 jiwa hingga Selasa (2/12) pukul 20.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan sembilan korban baru ditemukan pada Selasa, sehingga menambah daftar korban meninggal Agam dari sebelumnya 130 orang.
“Ada penambahan sembilan korban ditemukan pada Selasa (2/12/2025), karena sebelumnya hanya 130 orang, pada Senin (1/12),” ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).
Sebaran korban meninggal Agam berada di sejumlah kecamatan terdampak. Rincinya, Kecamatan Malalak mencatat 12 korban, Matur satu korban, serta Tanjung Raya sembilan korban.
Selain itu, Kecamatan Palupuh mencatat satu korban, Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak yakni 115 orang, serta Ampek Nagari satu korban.
“Ini data korban meninggal dunia pada Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB,” kata Rahmat Lasmono.
Sementara itu, korban yang masih belum ditemukan mencapai 86 orang. Mereka tersebar di Kecamatan Malalak enam orang, Palembayan 76 orang, Lubuk Basung satu orang, dan Tanjung Raya tiga orang.
BPBD menegaskan upaya pencarian korban akan dilanjutkan pada Rabu (3/12/2025), melibatkan personel BPBD, Satpol PP, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, PMI Agam, dan unsur lainnya.
“Pencarian korban juga menurunkan anjing pelacak (K9) dari Polri,” jelasnya.
Selain korban meninggal dan hilang, puluhan warga juga mengalami luka berat dan ringan. Sebanyak 38 orang dirawat di RSUD Lubuk Basung, dua orang dirawat di RSUP M Djamil Padang, dan satu orang di RSUD Pariaman.
“Mereka yang dirawat mengalami patah tulang, luka berat dan lainnya,” tambahnya.
Bencana longsor Agam, banjir, serta banjir bandang ini dipicu tingginya curah hujan sejak Sabtu (22/11/2025). Total 16 kecamatan di Kabupaten Agam terdampak bencana besar ini, yang hingga kini masih menyisakan proses evakuasi dan penelusuran terhadap puluhan korban hilang.
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial