-
Drone thermal membantu pencarian korban hilang akibat banjir bandang Agam.
-
BKSDA Sumbar kerahkan tim gabungan dan dua unit drone.
-
Deteksi suhu tubuh malam hari jadi fokus pencarian intensif.
SuaraSumbar.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan drone thermal untuk membantu pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Penggunaan drone thermal ini menjadi upaya penting karena mampu mendeteksi suhu tubuh manusia, terutama pada malam hari.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan bahwa penerjunan drone thermal dilakukan sejak Sabtu guna mempercepat pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
"Kita membantu tim gabungan untuk mencari keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang," katanya, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Ade, teknologi drone thermal sangat efektif dalam menangkap pancaran suhu tubuh sehingga memudahkan petugas melihat titik yang diduga keberadaan korban. Ketika suhu terdeteksi, petugas dapat menurunkan drone dengan jarak lebih dekat untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Setelah suhu tubuh terdeteksi, bisa melihat kondisi yang nyata ketika drone diturunkan dengan jarak cukup dekat," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas jika menemukan indikasi kuat keberadaan korban. Namun, pencarian pada siang hari terkendala karena suhu lingkungan lebih tinggi sehingga deteksi tubuh menjadi sulit. Pada siang hari tim hanya mengoperasikan drone biasa karena dua unit drone dibawa ke lokasi.
"Namun pada siang hari, kita kesulitan dalam mendeteksi tubuh dan hanya menggunakan drone biasa," katanya.
Ade menjelaskan bahwa drone thermal biasanya digunakan untuk memantau satwa liar, terutama harimau sumatera, ketika terjadi interaksi negatif dengan manusia. Namun, dalam situasi darurat bencana seperti ini, alat tersebut menjadi sangat membantu karena kemampuannya mendeteksi panas tubuh dengan jelas pada malam hari.
"Apabila terdeteksi, maka pada layar berwarna kuning kemerahan. Untuk drone thermal kita fokuskan pada malam hari," ujarnya.
Dalam pencarian ini, BKSDA Sumbar menurunkan tim bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia serta mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Riau. Tim gabungan tersebut juga berencana mendirikan posko di lokasi terdampak banjir bandang.
"Saat ini ada sekitar 78 orang dinyatakan hilang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," kata Ade.
Upaya pencarian yang melibatkan drone thermal diharapkan dapat mempercepat penemuan korban dan membantu proses evakuasi secara lebih efektif hingga seluruh korban ditemukan. (Antara)
Berita Terkait
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
Kemensos dan PT Pos Targetkan Penyaluran Bansos Bencana Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran
-
Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatra Masih Berlanjut, Total Kemensos Telah Gelontorkan Rp 2,56 T
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal
-
Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati
-
Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1,6 Km, Status Masih Waspada