- Dokter jelaskan dampak rahim copot terhadap fungsi reproduksi wanita.
- Rahim copot menyebabkan ketidakmampuan memiliki anak dan menstruasi normal.
- Penanganan persalinan tidak tepat dapat picu risiko rahim copot.
SuaraSumbar.id - Kasus rahim copot yang ramai dibicarakan publik beberapa waktu terakhir kembali mendapat perhatian publik setelah viral diperbincangkan di media sosial.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, menjelaskan sejumlah dampak medis yang dapat dialami wanita. Menurutnya, kondisi rahim copot menyebabkan wanita tidak mampu lagi memiliki keturunan.
“(Pasien) enggak bisa punya anak lagi, kalaupun (rahim) disambung itu agak tricky, karena pembuluh darahnya pasti akan ada yang terlepas dan yang lain sebagainya,” kata Nisa, Rabu (19/11/2025).
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa hilangnya rahim berdampak langsung pada proses pembuahan dan juga pada sistem reproduksi secara keseluruhan.
Penjelasan lanjutan yang disampaikan Nisa menunjukkan bagaimana rahim copot menghambat terjadinya pembuahan. Rahim berfungsi sebagai tempat embrio berkembang setelah pembuahan di tuba falopi.
“Embrio akan jalan ke rahim. Kalau rahimnya enggak ada terus jalan ke mana?” ujarnya.
Dalam kondisi ini, peluang memiliki anak menjadi tidak mungkin, sekaligus menunjukkan dampak kehilangan kesuburan pada pasien.
Selain gangguan pada sistem reproduksi, wanita dengan kondisi tersebut juga berpotensi tidak lagi mengalami menstruasi bulanan. Meski demikian, ovarium tetap menghasilkan hormon seperti biasa.
“Sebenarnya tubuh kita masih ovulasi dan (merasa seperti) menstruasi, cuma ya darahnya enggak keluar karena keluarnya darah itu dari lapisan endometrium yang meluruh. Kalau rahimnya tidak ada, endometrium sudah enggak ada,” jelasnya.
Nisa juga menerangkan bahwa rahim ditopang oleh jaringan kuat seperti ligamentum dan struktur penopang lain.
Namun, dalam kasus tertentu, penanganan persalinan yang tidak tepat—misalnya menarik plasenta terlalu cepat, bisa memicu inversio uteri atau kondisi yang sering disalahpahami sebagai inversio uteri maupun kehamilan berisiko.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan simpati kepada pasien dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam kasus tersebut. Nisa mengatakan seluruh dokter kandungan selalu berharap proses persalinan berjalan lancar tanpa komplikasi apa pun.
Kasus rahim copot kembali menjadi sorotan setelah pemengaruh dr. Gia Pratama mengunggah temuan tersebut di media sosial.
Unggahan itu memicu diskusi luas dan menimbulkan kekhawatiran publik, sehingga membutuhkan penjelasan profesional agar tidak berkembang menjadi informasi yang salah.
Di akhir penjelasannya, Nisa mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksakan kehamilan secara rutin dan memilih tenaga medis yang kompeten untuk meminimalkan risiko terkait kondisi rahim copot maupun komplikasi lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita
-
Heboh Trio Wanita Berjilbab Bentangkan Poster Isu Sawit Indonesia Dikirim ke Israel
-
Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya
-
Sisi Gelap Wanita Karier: Jebakan Beban Ganda di Balik Kemandirian Finansial
-
Liga Wanita Indonesia Kembali Bergulir, Enam Klub Siap Bersaing
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap
-
BRI Berikan Promo Khusus Hari Sumpah Pemuda, Belanja Pakai QRIS BRImo & Kartu BRI Debit Dapat Diskon
-
Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Timur Stabil
-
Prajurit Kopassus Berpangkat Letda Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi