-
Klaim vaksin tetanus dari daging busuk terbukti menyesatkan publik.
-
Proses pembuatan vaksin tetanus memakai toksoid aman dan teruji.
-
Komponen vaksin memenuhi standar keamanan internasional dan kesehatan.
SuaraSumbar.id - Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin tetanus dibuat dari daging busuk dan organ hewan lainnya. Informasi itu diunggah akun Facebook @Senja Kelana pada Selasa (11/11/2025) lalu.
Dalam narasinya, akun tersebut menuliskan bahwa vaksin tetanus mengandung daging busuk, jantung sapi, sari pankreas, darah sapi, formaldehida, merkuri, dan aluminium dalam jumlah banyak”.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan tim Cek Fakta dari artikel terpercaya, berbagai jenis vaksin tetanus seperti Td, DTaP, Tdap, dan TT, tidak dibuat dari bahan “busuk”.
Seluruhnya menggunakan toksoid tetanus, yaitu toksin bakteri yang sudah dinonaktifkan sehingga aman tetapi tetap dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Tidak ada bakteri hidup dalam proses pembuatan vaksin-vaksin ini.
Pada vaksin Td, misalnya TENIVAC, satu dosis 0,5 mL berisi 5 Lf toksoid tetanus, 2 Lf toksoid difteri, 1,5 mg aluminium fosfat, dan sisa formaldehida ≤5 µg.
Vaksin Tdap seperti Adacel mengandung kombinasi toksoid tetanus dan difteri serta antigen pertusis aselular. Komponen lain berupa aluminium fosfat, jejak formaldehida, glutaraldehida, dan 2-fenoksietanol.
Toksoid tetanus diproduksi dengan menumbuhkan bakteri Clostridium tetani, lalu menonaktifkan toksinnya menggunakan panas, radiasi, atau formaldehida. Setelah itu, toksoid dimurnikan dan dikombinasikan dengan garam aluminium atau kalsium.
Vaksinolog dari University of Auckland, Helen Petousis-Harris, menegaskan bahwa klaim soal penggunaan “organ busuk” adalah bentuk salah tafsir. “(Ini) kesalahan penafsiran yang bersifat inflamasi,” ujarnya mengutip AAP Factcheck.
Ia menjelaskan bahwa istilah “organ membusuk” tidak akurat. Meski beberapa proses awal kultur bakteri mungkin melibatkan produk hewani, seluruh bahan tersebut tetap dimurnikan, disterilkan, dan diuji secara ketat.
Formaldehida dalam vaksin berfungsi menonaktifkan virus atau toksin. Jumlahnya sangat kecil dan tubuh manusia secara alami juga mengandung formaldehida. Aluminium dalam vaksin pun aman dan berada jauh di bawah level yang terdapat pada ASI ataupun susu formula.
Kesimpulan
Klaim bahwa vaksin tetanus dibuat dari “daging busuk” merupakan informasi menyesatkan atau hoaks. Proses produksi vaksin mengikuti standar keselamatan dan pemurnian yang ketat sehingga tidak mengandung bahan berbahaya seperti yang dituduhkan.
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya
-
Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba
-
Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk
-
Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Hadirkan Kartu Debit Khusus BRI Junio X MLBB, Ada Collectible Card dan Cashback
-
Jelang MotoGP Mandalika, BRI Peduli Dorong Kawasan Bersih dan Berkelanjutan Dengan "Yok Kita Gas"
-
PELOPOR 2026, BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi
-
BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia
-
BRI Perkuat Dukungan untuk Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026