Riki Chandra
Selasa, 11 November 2025 | 20:16 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat rapat persiapan Konfrensi Wakaf. [Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar]
Baca 10 detik
  •  Konferensi Wakaf Internasional hadirkan tokoh dunia perkuat wakaf produktif.

  • Wakaf produktif dorong pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar.

  • Sumbar siap jadi pusat gagasan ekonomi umat berbasis wakaf.

SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan bahwa ajang Konferensi Wakaf Internasional akan dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan internasional. Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya besar memperkuat wakaf produktif di ranah Minangkabau.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa wakaf produktif bukan sekadar ibadah, tetapi juga strategi pembangunan nyata.

Menurutnya, wakaf produktif merupakan bagian tak terpisahkan dari visi pembangunan berkelanjutan di wilayah ini.

“Wakaf harus dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).

Mahyeldi juga menyebut bahwa melalui konferensi ini, Sumbar akan menjadi pusat lahirnya gagasan baru terkait wakaf produktif.

Dalam rapat persiapan yang dilakukan di Jakarta, Mahyeldi mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh besar telah dipastikan hadir dalam konferensi yang digelar di Kota Padang pada 15-16 November 2025.

Di antaranya adalah Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo Muhammad AdDuwaini, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Kegiatan yang digelar Pemprov Sumbar bersama Pondok Modern Darussalam Gontor ini dirancang memiliki enam agenda utama yang terintegrasi dan ditujukan agar manfaat wakaf produktif langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Agenda tersebut meliputi: konferensi utama, pelatihan dan sertifikasi nazhir wakaf kompeten, pameran produk wakaf, “Waqf and Investment Gathering”, “Waqf Goes to School/Campus”, dan silaturahmi nasional ulama serta pengasuh pesantren.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa wakaf produktif apabila dikelola dengan profesional dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mengurangi kesenjangan sosial.

“Jika dikelola secara profesional, wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan sosial,” katanya.

Dengan kehadiran tokoh internasional dan program interaktif, konferensi ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan ekonomi umat melalui wakaf produktif di Sumatera Barat.

Load More