-
Konferensi Wakaf Internasional hadirkan tokoh dunia perkuat wakaf produktif.
-
Wakaf produktif dorong pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar.
-
Sumbar siap jadi pusat gagasan ekonomi umat berbasis wakaf.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan bahwa ajang Konferensi Wakaf Internasional akan dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan internasional. Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya besar memperkuat wakaf produktif di ranah Minangkabau.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa wakaf produktif bukan sekadar ibadah, tetapi juga strategi pembangunan nyata.
Menurutnya, wakaf produktif merupakan bagian tak terpisahkan dari visi pembangunan berkelanjutan di wilayah ini.
“Wakaf harus dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Mahyeldi juga menyebut bahwa melalui konferensi ini, Sumbar akan menjadi pusat lahirnya gagasan baru terkait wakaf produktif.
Dalam rapat persiapan yang dilakukan di Jakarta, Mahyeldi mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh besar telah dipastikan hadir dalam konferensi yang digelar di Kota Padang pada 15-16 November 2025.
Di antaranya adalah Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo Muhammad AdDuwaini, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kegiatan yang digelar Pemprov Sumbar bersama Pondok Modern Darussalam Gontor ini dirancang memiliki enam agenda utama yang terintegrasi dan ditujukan agar manfaat wakaf produktif langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.
Agenda tersebut meliputi: konferensi utama, pelatihan dan sertifikasi nazhir wakaf kompeten, pameran produk wakaf, “Waqf and Investment Gathering”, “Waqf Goes to School/Campus”, dan silaturahmi nasional ulama serta pengasuh pesantren.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa wakaf produktif apabila dikelola dengan profesional dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mengurangi kesenjangan sosial.
“Jika dikelola secara profesional, wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan sosial,” katanya.
Dengan kehadiran tokoh internasional dan program interaktif, konferensi ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan ekonomi umat melalui wakaf produktif di Sumatera Barat.
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf
-
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki
-
Masjid Istiqlal Dikabarkan Masuk Pasar Modal, OJK: Masih Sebatas Wacana
-
Bos BEI Buka Suara Isu Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
-
Menjaga Amanah Wakaf Hijau: Niat Mulia Jangan Mangkrak di Atap Masjid
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Perkuat Koperasi Desa untuk Dukung Usaha dan Pangan Lokal Lewat BRILink Agen
-
BRI Perkuat Pengalaman Nasabah Lewat BRImo dan Sabrina, Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026
-
BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan, Layani Masyarakat hingga Pelosok Negeri
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah