-
Klaim air rebusan ciplukan sembuhkan stroke terbukti menyesatkan.
-
Belum ada bukti ilmiah ciplukan efektif obati stroke.
-
Pasien stroke harus jalani pengobatan dan fisioterapi medis rutin.
SuaraSumbar.id - Narasi yang mengklaim bahwa air rebusan ciplukan dapat menyembuhkan stroke ramai beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Facebook @Dwi Brotowali.
“Jangan putus asa, yg sakit stroke atasi dengan minum rutin air rebusan dari tanaman ciplukan ini.” begitu ajakannya di media sosial.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta, klaim air rebusan ciplukan untuk stroke tidak terbukti secara ilmiah. Dokter spesialis saraf RSUD, Abdoer Rahem Situbondo, M. Reza Fathoni, menjelaskan bahwa masyarakat memang sering mengonsumsi buah ciplukan karena mengandung karotenoid dan vitamin C yang bersifat antioksidan.
Kandungan ini dapat membantu menjaga daya ingat, tetapi efeknya tidak signifikan dalam penyembuhan stroke.
“Untuk air rebusan daun, masih perlu penelitian lebih lanjut,” katanya.
Ia menegaskan, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ciplukan—baik buah maupun rebusan daunnya—bisa mengobati stroke.
Dalam jurnal Antioxidants tahun 2025, disebutkan bahwa tanaman ciplukan (Physalis angulata) memiliki potensi farmakologis untuk gangguan saraf dan sindrom metabolik berkat senyawa bioaktif seperti physalins dan withanolides.
Namun, para peneliti menekankan bahwa pemanfaatan ciplukan sebagai obat masih membutuhkan kajian lebih mendalam sebelum digunakan secara medis.
Penelitian di Nigeria juga menemukan bahwa ekstrak daun ciplukan memiliki kemampuan menangkap radikal bebas. Meski begitu, para ilmuwan belum dapat memastikan efektivitasnya sebagai obat untuk stroke.
Dokter Reza mengingatkan bahwa penyebab utama stroke antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Karena itu, pasien harus tetap menjalani pengobatan medis seperti mengonsumsi obat pengontrol tekanan darah, obat diabetes, atau pengencer darah sesuai anjuran dokter.
Selain itu, fisioterapi dalam enam bulan pertama sangat penting untuk memulihkan fungsi tubuh melalui proses neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak memperbaiki jaringan yang rusak akibat stroke.
Kesimpulan
Klaim bahwa air rebusan ciplukan bisa mengatasi stroke adalah konten menyesatkan (misleading content) alias hoaks. Masyarakat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.
Berita Terkait
-
Hoaks Kesehatan di Sosmed hingga AI Jadi Rujukan Konsultasi, Ini Pandangan RS Pelni
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Hoaks Cerai Bikin Khawatir, Cita Citata dan Didi Mahardika Belum Berniat Tempuh Jalur Hukum
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata