-
Flyover Sitinjau Lauik ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2027.
-
Pemerintah pusat percepat pembangunan untuk kurangi kecelakaan di Sitinjau Lauik.
-
Proyek strategis Rp 2,793 triliun tingkatkan konektivitas Padang–Solok, Sumbar.
SuaraSumbar.id - Proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terus dikebut pemerintah pusat.
Tahap pertama pembangunan jalan layang senilai Rp 2,793 triliun ini, ditargetkan rampung pada 2027. Saat ini, pembangunannya masih berjalan sesuai jadwal (on the track).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa progres pembangunan Flyover Sitinjau Lauik sudah sesuai dengan target.
“Sejauh ini pengerjaan Flyover Sitinjau Lauik ini masih on the track,” kata Andre saat meninjau proyek tersebut pada Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, proyek strategis nasional ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai pada 2027, dan dilanjutkan tahap kedua setelahnya.
Saat ini, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) tengah mengerjakan bore pile serta telah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan. Masalah pembebasan lahan ditargetkan tuntas Oktober 2025.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Kemenko IPK RI, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menyebut pembangunan Flyover Sitinjau Lauik tergolong vital dan mendesak.
Jalur Sitinjau Lauik yang dikenal ekstrem dengan tikungan tajam, tanjakan curam, dan sisi jalan berbatasan jurang, menjadi ancaman serius bagi pengendara, terutama truk besar.
“Jadi kondisi jalan ini, terutama untuk kendaraan besar, sangat berisiko tinggi,” ujar Rachmat saat meninjau lokasi proyek, Senin (27/10/2025).
Pembangunan ini dilakukan lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara Kementerian PUPR, Pemprov Sumbar, dan PT HPSL. Setelah rampung, jalur tersebut akan lebih landai dan aman dilalui kendaraan berat.
Selain untuk keselamatan, Flyover Sitinjau Lauik juga diharapkan memperlancar arus logistik dan distribusi hasil bumi dari Sumatera Barat ke provinsi tetangga. Jalur ini selama ini dikenal rawan kecelakaan dan sering menyebabkan kemacetan panjang.
Data kepolisian mencatat, sepanjang 2020–2024 terjadi 100 kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik, menewaskan 36 orang dan melukai puluhan lainnya. Banyak insiden disebabkan truk logistik yang mengalami rem blong hingga terjun ke jurang.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses administrasi di lapangan.
“Kami terus berupaya agar proyek ini bisa selesai sesuai target dan menjadi kado kemerdekaan pada 17 Agustus 2027,” ujarnya.
Dengan rampungnya Flyover Sitinjau Lauik, diharapkan Sumatera Barat memiliki infrastruktur yang lebih aman, modern, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Berita Terkait
-
Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan
-
Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Ini Deretan Kontroversi Arteria Dahlan, Terbaru Foto Bersama di Jalur Maut Sitinjau Lauik
-
Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Libur Panjang 1-3 Mei 2026, KAI Sumbar Siapkan 23 Ribu Kursi Kereta Api Lokal
-
Menteri Pariwisata Dorong Perpanjangan Runway Bandara di Mentawai
-
Opini: Menelaah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma Pematangsiantar
-
Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan
-
Pemkot Padang Panjang Hibah Rp 3 Miliar untuk Pemulihan Aceh