- Klaim Nadiem Makarim ditahan Polisi Militer terbukti hoaks menyesatkan.
- Faktanya, Nadiem Makarim ditahan Kejaksaan Agung di Rutan Salemba.
- Mafindo dan TurnBackHoax pastikan video viral itu tidak benar.
SuaraSumbar.id - Sebuah unggahan di akun Threads bernama “neneng_kulsum” pada Kamis (16/10/2025) ramai diperbincangkan setelah menampilkan video yang diklaim memperlihatkan Nadiem Makarim turun dari mobil tahanan dengan rompi tahanan berwarna pink dan tangan diborgol.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa Nadiem Makarim ditahan Polisi Militer karena telah menyebut nama pejabat penting seperti Luhut dan Jokowi terkait dugaan penerimaan uang.
Berikut narasi yang beredar:
“Alhamdulillah Nadim ditahan di Polisi Militer. Negara sudah tidak percaya dengan kepolisian, tahanan bisa tinggal nama supaya tidak bisa bicara lagi, karena Nadiem sudah menyebutkan Luhut dan Jokowi sudah terima bagian uang darinya.”
Benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, berita tersebut diambil dari unggahan asli berjudul “Tersangka Nadiem Makarim tiba di Kejaksaan dan akan memberikan tanggapan atas prapidnya yang ditolak,” yang diunggah pada Rabu (14/10/2025).
Selain itu, hasil pencarian Google dengan kata kunci “Nadiem Makarim ditahan di Rutan mana” menunjukkan pemberitaan detik.com berjudul “Sidang Putusan Praperadilan Nadiem Makarim Digelar Hari Ini”.
Dalam laporan yang terbit pada Senin (13/10/2025), disebutkan bahwa Kejaksaan Agung telah menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Kamis (4/9/2025).
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari, bukan di Polisi Militer.
Informasi ini juga diperkuat oleh laporan kompas.com yang menyebutkan bahwa pada Kamis (9/10/2025), Nadiem melanjutkan masa penahanannya di tempat yang sama.
Dalam video yang beredar, Nadiem memang tampak turun dari mobil tahanan Jaksa Agung dan dikawal oleh anggota Provost TNI. Namun, kehadiran Provost TNI tersebut bertujuan untuk melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban selama proses hukum, bukan karena penahanan dilakukan oleh Polisi Militer.
Kesimpulan
Klaim yang menyebut Nadiem Makarim ditahan Polisi Militer adalah konten menyesatkan (misleading content) atau informasi hoaks.
Fakta yang sebenarnya, Nadiem ditahan oleh Kejaksaan Agung di Rutan Salemba, bukan oleh aparat Polisi Militer. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikan unggahan di media sosial agar tidak ikut menyebarkan hoaks.
Berita Terkait
-
KY Kantongi Bukti Awal Pelanggaran Hakim di Kasus Nadiem dan Andrie Yunus
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Viral Penipuan Berkedok 'Program Treasury BRI', Manajemen Minta Warga Waspada
-
'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih
-
Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Dari Pekerja Migran ke Pengusaha, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Bisnis
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Hore! Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho, Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut