-
Pakar Herbalife sarankan lima langkah sederhana menjaga kesehatan otak.
-
Gangguan otak di Asia meningkat, stroke capai 8,3 per 1.000.
-
Pola makan sehat dan interaksi sosial bantu jaga fokus.
SuaraSumbar.id - Paparan informasi tanpa henti dan gaya hidup serba cepat membuat otak manusia bekerja lebih keras setiap hari. Mulai dari berpikir, mengambil keputusan, hingga menyesuaikan diri dengan perubahan, semua menuntut energi tinggi dari organ vital ini. Tak heran, menjaga kesehatan otak menjadi hal penting agar tetap fokus dan produktif.
Menurut Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, meski hanya mencakup dua persen dari berat tubuh manusia, otak mengonsumsi hampir seperlima energi tubuh. Hal ini menunjukkan betapa besar beban yang harus ditanggung otak setiap harinya.
“Seiring bertambahnya usia, pengalaman lupa sesekali memang wajar, tetapi ketika sistem saraf menua, kemampuan otak untuk beradaptasi juga menurun. Di sinilah pentingnya langkah pencegahan sejak awal,” ujar Dr. Sae-Lao dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan otak sebaiknya dilakukan sejak dini, terutama karena gangguan seperti stroke, migrain, dan demensia terus meningkat di kawasan Asia.
Berdasarkan laporan Global Burden of Disease, kasus gangguan otak di Asia mengalami peningkatan signifikan.
Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, dengan biaya penanganan mencapai Rp5,2 triliun pada tahun yang sama.
Untuk mempertahankan fokus, suasana hati, dan ketahanan mental, Sae-Lao menyarankan lima langkah sederhana yang bisa diterapkan setiap hari.
Pertama, konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau, buah kaya antioksidan, ikan berlemak, dan telur. Nutrisi tersebut penting untuk mendukung fungsi kognitif dan memori.
Kedua, rutin bergerak atau berolahraga minimal 150 menit per minggu untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan fungsi otak. Ketiga, terus melatih kemampuan berpikir dengan membaca, bermain teka-teki, atau mempelajari hal-hal baru.
Langkah keempat, menjaga kebersihan dan ketenangan lingkungan dengan mengurangi paparan polusi serta membatasi waktu menatap layar gadget.
Terakhir, membangun hubungan sosial yang sehat dan bermakna. Menurutnya, interaksi positif dapat memperkuat ketahanan mental serta memperlambat penurunan fungsi otak.
Sae-Lao menegaskan, lima langkah sederhana ini tidak hanya membantu menjaga fokus dan konsentrasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan otak. Dengan penerapan konsisten, risiko gangguan seperti stroke dan demensia dapat ditekan secara signifikan. (Antara)
Berita Terkait
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Ingin Otak Lebih Fokus? Sains Temukan Fakta Mengejutkan dari Kebiasaan Membaca Huruf Hijaiyah
-
Komedian Lee Jin Ho Dirawat Usai Alami Pendarahan Otak, Begini Kondisinya
-
Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung