-
Ombudsman Sumbar awasi kasus ASN viral bermain kartu di Pariaman.
-
ASN harus jaga profesionalitas, integritas, dan etika pelayanan publik.
-
Atasan diminta beri sanksi tegas, Ombudsman siap investigasi lanjut.
SuaraSumbar.id - Viral Aparatur Sipil Negara (ASN) bermain kartu kembali menjadi sorotan. Lembaga Pengawasan Pelayanan Publik Ombudsman Sumbar resmi memantau kasus tiga ASN di Pariaman yang tertangkap sedang bermain kartu “UNO” di ruang kerja saat jam dinas.
Video tersebut telah menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, menyampaikan bahwa lembaganya mengecek kasus ini karena menyangkut integritas ASN selama menjalankan tugas.
“Ombudsman turut memantau permasalahan ini karena berkaitan dengan perilaku ASN saat berdinas,” katanya, dikutip dari Antara, Rabu (24/9/2025).
Menurut Adel, ASN adalah pelaksana layanan publik yang diatur dalam Undang-undang Pelayanan Publik (UU 25/2009), sehingga dalam menjalankan tugas, pegawai negeri sipil dituntut menjaga profesionalitas, integritas, dan etika.
Ia mengingatkan agar ASN memperhatikan mana tindakan yang pantas dan tidak pantas dalam ruang dinas.
“ASN harus mengingat bahwa ada perilaku yang harus dijaga, dan mereka harus memperhatikan mana hal yang pantas atau tidak pantas untuk dilakukan,” katanya.
Ombudsman menilai kalau aksi bermain kartu itu dilakukan di dalam kantor saat tugas, maka tindakan tersebut tidak profesional dan tidak pantas.
Adel meminta atasan langsung agar mengambil langkah tegas terhadap ASN bersangkutan sesuai aturan disiplin yang berlaku.
Ombudsman juga mempertimbangkan kemungkinan pemeriksaan investigatif jika atasan tidak memberikan respons atau penanganan.
“Kami ingin meninjau lebih dalam mengenai fungsi pengawasan yang melekat pada atasan terhadap para ASN di kantor mereka,” tegasnya.
Di bagian lain, Plt Kepala DP3AKB Kota Pariaman, Ika Septia Maulana, membenarkan bahwa video itu terjadi di kantornya. Ia mengklarifikasi bahwa kartu UNO itu biasa dipakai sebagai media pendekatan anak dalam pendampingan. Namun ia mengakui bahwa konteks penggunaan dan waktu yang terekam tidak tepat.
Menurut Ika, kejadian terjadi pada bulan Juli–Agustus, menjelang jam istirahat makan siang. Penanganan terhadap ASN bersangkutan sudah melalui proses BAP dan akan dikeluarkan surat teguran, sebagai bentuk sanksi awal.
Sejumlah media lokal melaporkan bahwa ketiga ASN tersebut adalah staf pendampingan korban kekerasan di DP3AKB. Tindakan mereka menjadi perhatian publik karena dilakukan dalam bentuk atribut dinas penuh dan terekam di dalam ruang kantor.
Public concern terhadap etika ASN kembali meningkat, apalagi setelah berbagai kasus indisipliner ASN belakangan ini menjadi topik hangat di Sumbar.
Berita Terkait
-
Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Diancam Fisik hingga Disogok Uang
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kasat Lantas Solok Kota Dimutasi di Tengah Sorotan Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik
-
Dinkes Pasaman Barat: Total 25 Orang Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 3 Masih Dirawat
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal