-
Klaim Raffi Ahmad dijemput paksa KPK terbukti hoaks sepenuhnya.
-
Video viral sebenarnya undangan podcast Stranas PK KPK.
-
Cek fakta Mafindo pastikan konten palsu, bukan peristiwa nyata.
SuaraSumbar.id - Narasi Raffi Ahmad dijemput paksa KPK dalam sebuah video viral di media sosial. Klaim tersebut langsung memicu reaksi publik, terutama setelah akun Facebook “Sumarni” pada Sabtu (20/9/2025) menyebarkan narasi provokatif.
Berikut narasi video yang beredar:
“Dan ini momen Raffi Ahmad dijemput paksa oleh KPK.
SALSA ERWINA BONGKAR FAKTA MENGEJUTKAN TENTANG RAFFI AHMAD!!!
Mengejutkan Salsa Erwina bongkar sisi gelapnya Raffi Ahmad. Ada isu pencucian uang dikalangan artis
P3ncuci4n u4ng yg berkaitan dengan korvpsi 271 trilyun
Netizen 1: padahal udah banyak uangnya yah.masih kurang aja
Netizen 2: Raffi Ahmad orang baik gak percaya aku”
Benarkah informasi tersebut?
Dari penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax menggunakan Google Lens untuk melacak sumber video tersebut mengungkapkan bahwa video itu merupakan konten lama dari kanal YouTube Kompas.com berjudul “Raffi Ahmad Jelaskan Maksud Kehadirannya di KPK”, yang tayang pada 26 September 2023.
Dalam konteks aslinya, Raffi Ahmad hadir dalam undangan podcast Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) bersama pimpinan KPK, bukan sebagai terperiksa atau dijemput paksa.
Selanjutnya, tim cek fakta memasukkan kata kunci “Raffi Ahmad dijemput paksa KPK” ke mesin pencari. Hasil pencarian terbesar justru mengarah ke artikel di detik.com berjudul “KPK Gandeng Raffi Ahmad Sebar Pesan Antikorupsi”.
Dalam artikel tersebut, juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati, menjelaskan bahwa Raffi hanya berkolaborasi dalam podcast antikorupsi.
Tidak ditemukan laporan terpercaya yang mendukung narasi bahwa Raffi Ahmad dijemput paksa KPK. Tim Mafindo menyimpulkan bahwa klaim ini adalah konten palsu (fabricated content).
Direktorat Pemberitaan KPK maupun Ali Fikri (Kepala Bagian Pemberitaan KPK) menyatakan tidak ada agenda pemeriksaan terhadap Raffi Ahmad pada bulan September 2025.
Selain itu, hoaks serupa sebelumnya juga telah muncul, seperti klaim bahwa foto Raffi diperiksa KPK pada awal September 2025—padahal foto tersebut merupakan gambar lama dari kunjungan resmi Stranas PK.
Sebelumnya, dalam kaitan laporan kekayaan publik, Raffi Ahmad pernah melaporkan aset bernilai lebih dari Rp1,03 triliun melalui LHKPN kepada KPK.
Kesimpulan
Klaim Raffi Ahmad dijemput paksa KPK tidak berdasar dan terbukti sebagai berita hoaks. Fakta menyebut bahwa Raffi Ahmad dijemput paksa KPK sama sekali tidak terjadi, melainkan sebuah manipulasi video lama yang dibuat seolah-olah menjadi peristiwa terkini.
Berita Terkait
-
Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek
-
AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta
-
Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter
-
Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
'Stop The Wedding' Lagu Siapa? Ini Penyanyinya dan Lirik Lengkapnya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap