-
Hoaks Prabowo pecat massal 200 anggota DPR RI terbantahkan.
-
Presiden tidak berwenang memecat anggota DPR sesuai UUD 1945.
-
Klaim pemecatan massal muncul dari video viral YouTube September 2025.
SuaraSumbar.id - Sebuah unggahan video di YouTube pada 21 September 2025 mendadak viral karena menarasikan bahwa Presiden Prabowo memecat secara massal 200 anggota DPR RI.
Video tersebut menyebut pemecatan dilakukan lantaran para anggota DPR sengaja absen dalam rapat untuk menggagalkan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Berikut narasi dalam video tersebut:
“PRABOWO UMUMKAN DAFTAR DEWAN DPR YANG DIPECAT
TERBUKTI SENGAJA ABSEN UNTUK GAGALKAN RAPAT DPR
200 ANGGOTA DPR DIPECAT MASAL MALAM INI”
Unggahan itu juga disertai narasi tambahan:
“PRABOWO UMUMKAN DAFTAR 200 ANGGOTA DPR YANG DIPECAT KARENA SENGAJA ABSEN UNTUK GAGALKAN RAPAT DPR”
Namun, benarkah Prabowo benar-benar melakukan pemecatan massal terhadap 200 anggota DPR?
Berdasarkan penelusuran tim CEK FAKTA, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo mengenai pemecatan massal anggota DPR RI.
Foto thumbnail yang digunakan dalam video tersebut pun bukan terkait pemecatan, melainkan dokumentasi saat Presiden mengumumkan susunan kabinet Merah Putih 2024–2029 pada 20 Oktober 2024 lalu.
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, sesuai Pasal 7C UUD 1945, Presiden tidak memiliki kewenangan untuk membekukan atau membubarkan DPR.
Presiden juga tidak dapat memberhentikan anggota DPR karena keduanya memiliki kedudukan sejajar sebagai lembaga negara.
Mekanisme pemberhentian anggota DPR sebelum habis masa jabatan dilakukan melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh partai politik yang bersangkutan, bukan oleh Presiden.
Di sisi lain, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo hanya memiliki 86 kursi dari total 580 kursi DPR RI. Artinya, secara matematis maupun hukum, Prabowo tidak mungkin memecat 200 anggota DPR seperti klaim yang beredar.
Kesimpulan
Fakta ini menegaskan bahwa kabar Prabowo memecat massal 200 anggota DPR RI adalah tidak benar alias hoaks.
Berita Terkait
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara
-
Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus
-
Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
-
Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia