SuaraSumbar.id - Klaim Wapres Gibran imbau ormas kumpulkan sedekah IKN terbukti hoaks.
Tidak ada pernyataan resmi Wapres Gibran terkait sedekah.
Pendanaan IKN bersumber APBN dan investasi, bukan sedekah ormas masyarakat.
Viral di Facebook sebuah artikel yang menarasikan bahwa Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengimbau ormas mengumpulkan sedekah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Wapres Gibran Himbau Kepada Ansor Dan Banser Meminta Infak, Shodaqoh Di lampu merah Gibran: Uangnya Kita Gunakan Melanjutkan Ibukota IKN” begitu narasi artikel yang beredar.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Setelah melakukan pengecekan terhadap tulisan yang beredar di Facebook tersebut, tim CEK FAKTA Antara membandingkan artikel hasil unggahan dengan artikel di situs resmi media yang memuat gambar dan tanggal sama.
Dari penelusuran, ditemukan bahwa judul asli versi yang diverifikasi berbeda jauh, yaitu “Sidang Gugatan Ijazah Gibran di PN Jakpus, KPU Siap Hadapi”. Judul yang menyebut imbauan sedekah tidak pernah muncul di versi resmi.
Selain itu, juga tidak menemukan pernyataan resmi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau dari pihak istana yang menegaskan bahwa dia mengimbau ormas-ormas seperti Ansor dan Banser untuk mengumpulkan infak, shodaqoh, atau sedekah terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi, klaim bahwa Wapres Gibran mengimbau ormas untuk mengumpulkan sedekah untuk pembangunan IKN adalah disinformasi atau berita hoaks.
Artikel yang beredar di media sosial adalah hasil manipulasi judul, atau “clickbait”, sehingga menyesatkan publik.
Pemerintah sejak lama menegaskan bahwa pendanaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bersumber dari APBN, kerjasama pemda, swasta serta investasi, bukan dari pengumpulan infak atau sedekah melalui ormas.
Pejabat tinggi negara, termasuk Wapres Gibran, hingga kini tidak pernah menyampaikan imbauan publik yang mengarahkan masyarakat atau ormas untuk memberi sedekah bagi pembangunan IKN berdasarkan dokumen resmi ataupun pernyataan pers.
Berita Terkait
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah
-
Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!
-
Mungkinkah Ibu Kota Pindah IKN pada Masa Prabowo-Gibran? Begini Kata Pakar UMY
-
Habiskan Rp147 Triliun, MK Tolak Uji Materi UU IKN: Ibu Kota Tetap Jakarta
-
Kapan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan?
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung
-
Keuntungan Membeli TV Coocaa Garansi Resmi di Blibli
-
BNN Sumbar Bekuk 4 Terduga Pengedar Narkoba Lintas Provinsi, 150 Kilogram Ganja Ditemukan