SuaraSumbar.id - Edit foto AI kini menjadi tren populer di media sosial. Dari membuat miniatur AI diri sendiri, berubah mirip action figure, hingga munculnya efek seakan “dipeluk idol K-Pop”.
Banyak pengguna yang tergiur ikut serta dalam gelombang kreatif ini. Namun, di balik kegembiraan dan visual menarik tersebut, ada bahaya besar yang mengintai.
Berikut 7 bahaya edit foto AI yang wajib diketahui sebelum ikut tren.
1. Deepfake dan Penyebaran Konten Palsu
Edit foto AI bisa berujung pada deepfake, yaitu gambar, video, atau audio palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Bahkan jika hanya ikut tren, foto Anda bisa masuk dalam basis data yang dipakai untuk melatih teknologi deepfake, memperkuat potensi misinformasi dan penipuan digital.
2. Kehilangan Kontrol atas Identitas Digital
Identitas digital meliputi data seperti foto, nama pengguna, lokasi, dan detail pribadi. Saat Anda mengunggah foto ke generator gambar AI, Anda bisa kehilangan kendali atas penggunaan tersebut. Detail lokasi atau isi rumah bisa terekspos tanpa disadari.
3. Keaslian Gambar yang Semakin Mudah Disalahgunakan
Semakin banyak foto nyata dan editan AI digunakan, semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Hal ini memperparah risiko bahwa karya Anda bisa disalahgunakan sebagai bukti palsu atau materi bukti palsu.
4. Foto Digunakan untuk Tujuan Komersial Tanpa Izin
Banyak platform AI memiliki syarat dan ketentuan yang memberi hak luas pada pengunggahannya. Foto Anda bisa digunakan untuk keperluan komersial tanpa persetujuan Anda, termasuk dalam data latih pihak ketiga atau iklan AI.
5. Risiko Pencurian dan Kebocoran Data Pribadi
Upload foto ke platform tidak selalu aman. Platform AI juga bisa mengalami pelanggaran keamanan sehingga foto pribadi bisa dicuri atau bocor, membuka peluang pencurian identitas dan pelanggaran privasi.
6. Disinformasi dan Penipuan Identitas di Dunia Nyata
Berita Terkait
-
Nekat! Mobil MPV Angkut 12 Orang saat Lebaran, Bagasi Terbuka Ditutup Terpal
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
-
Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin
-
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari
-
Bukittinggi Usul Jadi Daerah Istimewa, Momentum 100 Tahun Jam Gadang Didorong ke Pusat
-
Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat