- Sumbar dorong hilirisasi gambir untuk tingkatkan nilai tambah ekspor.
- Mahyeldi ajukan usulan ke Kementan agar petani gambir terlindungi.
- Unand berhasil olah tanaman gambir jadi tinta Pemilu 2024.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong hilirisasi gambir agar komoditas unggulan daerah itu memiliki nilai tambah lebih besar di pasar domestik maupun internasional.
"Ya, saya sudah mengusulkan hilirisasi gambir kepada Menteri Pertanian beberapa waktu lalu," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Sabtu (7/9/2025).
Mahyeldi menegaskan, penguatan hilirisasi gambir sangat penting mengingat Indonesia merupakan pemasok utama komoditas tersebut di dunia.
Saat ini, sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan gambir global dipasok langsung dari Provinsi Sumbar.
Selain diekspor ke India sebagai pasar terbesar, gambir asal Indonesia juga diminati sejumlah negara lain, seperti Jepang, Pakistan, Filipina, Bangladesh, Malaysia, hingga beberapa negara di Benua Eropa.
Menurut Mahyeldi, peluang ini harus dimaksimalkan dengan dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Dorongan hilirisasi yang dilakukan Pemprov Sumbar sejalan dengan Asta Cita Presiden poin kelima, yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Dengan adanya hilirisasi gambir, petani tidak lagi bergantung pada pasar global, melainkan bisa fokus menjual untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Mahyeldi.
Ia menilai langkah ini juga strategis untuk mengantisipasi fluktuasi harga gambir di pasar internasional yang kerap mengalami perubahan tajam. Bila produk hilirisasi berkembang, maka posisi petani maupun industri lokal akan lebih terlindungi.
Lebih jauh, Mahyeldi mencontohkan keberhasilan Universitas Andalas (Unand) dalam melakukan inovasi hilirisasi tanaman gambir menjadi tinta yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024. Inovasi ini, kata Mahyeldi, membuktikan besarnya peluang pengembangan industri berbasis gambir di dalam negeri.
“Industri-industri dalam negeri kita sangat banyak, ditambah lagi keberhasilan Unand melakukan hilirisasi gambir. Saya rasa ini menjadi modal penting untuk melihat lebih jauh hilirisasi demi pembangunan di dalam negeri,” ucapnya.
Dengan potensi ekspor yang mencapai puluhan ribu ton per tahun dan inovasi hilirisasi yang mulai berkembang, Pemprov Sumbar optimistis komoditas gambir akan semakin berdaya saing. Mahyeldi menegaskan, hilirisasi gambir menjadi kunci agar komoditas unggulan ini mampu membawa manfaat ekonomi lebih besar bagi petani dan daerah. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?
-
Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar