SuaraSumbar.id - Klaim Sri Mulyani sebut rakyat tak bisa hidup tanpa DPR terbukti hoaks.
Mafindo pastikan video viral soal Sri Mulyani dan DPR adalah konten palsu.
Foto lama dipelintir, klaim Sri Mulyani soal DPR dinyatakan menyesatkan.
Beredar sebuah video di Facebook yang menarasikan Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut rakyat tidak akan hidup tanpa adanya DPR. Video tersebut diunggah akun “Ridwan Mas” pada Minggu (7/9/2025) dengan narasi provokatif.
“SRI MULYANI MENGKLAIM RAKYAT GAK AKAN HIDUP TANPA ADA DPR NETIZEN; JUSTRU DPR TAK AKAN HIDUP TANPA RAKYAT, GAK ADA KAPOK KAPOKNYA SRI MULYANI”.
Lantas, benarkah Sri Mulyani menyatakan hal tersebut?
Tim pemeriksa fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui kanal TurnBackHoax melakukan penelusuran terhadap klaim yang beredar.
Kata kunci “Sri Mulyani mengklaim rakyat tidak akan hidup tanpa ada DPR” ditelusuri melalui mesin pencari Google.
Hasil pencarian menunjukkan tidak ada pemberitaan dari media arus utama yang memuat pernyataan semacam itu.
Tidak ditemukan jejak digital yang menguatkan klaim bahwa Sri Mulyani pernah mengatakan rakyat tidak bisa hidup tanpa keberadaan DPR.
Lebih lanjut, pemeriksa fakta menggunakan Google Lens untuk menelusuri gambar Sri Mulyani yang disertakan dalam unggahan. Foto tersebut ternyata sudah beredar sejak tahun 2020 dan digunakan dalam sejumlah berita.
Namun, tidak ada satu pun berita yang membahas pernyataan sebagaimana yang diklaim dalam unggahan akun “Ridwan Mas”.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan, unggahan video yang menyebut Sri Mulyani mengatakan rakyat tidak akan hidup tanpa ada DPR adalah konten palsu atau impostor content. Klaim itu tidak pernah diucapkan Sri Mulyani dan tidak diberitakan oleh media kredibel.
Masyarakat diminta lebih waspada terhadap informasi serupa yang beredar di media sosial. Konten menyesatkan kerap menggunakan foto pejabat publik lama dengan narasi yang dipelintir untuk memancing reaksi warganet.
Berita Terkait
-
Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?
-
Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung
-
Keuntungan Membeli TV Coocaa Garansi Resmi di Blibli
-
BNN Sumbar Bekuk 4 Terduga Pengedar Narkoba Lintas Provinsi, 150 Kilogram Ganja Ditemukan