- Gen-Z Nepal demo berdarah, joget aura farming viral.
- Demo Nepal rusuh, aksi unik Gen-Z jadi sorotan.
- Joget aura farming warnai demo berdarah Gen-Z Nepal.
SuaraSumbar.id - Aksi demonstran Gen Z Nepal masih menjadi sorotan dunia. Meski demonstrasi ini diwarnai bentrokan berdarah yang menewaskan lebih dari 30 orang dan menyebabkan jatuhnya pemerintahan Perdana Menteri Sharma Oli, sejumlah momen unik justru viral di media sosial.
Salah satunya adalah video joget aura farming ala Indonesia yang dilakukan para demonstran di tengah kobaran api.
Gelombang unjuk rasa besar-besaran di Nepal, yang dipimpin generasi muda, berujung pada kekacauan hingga pembakaran gedung Parlemen. Saat ini, militer mengambil alih kendali sementara setelah pemerintahan mengalami kekosongan.
Namun, di balik tragedi tersebut, kreativitas demonstran Gen Z Nepal menampilkan sisi lain dari aksi protes mereka.
Salah satu video yang viral dibagikan akun @niiiiinzy di Instagram memperlihatkan sekelompok anak muda melakukan joget aura farming di tengah jalanan yang penuh asap.
Video itu telah ditonton lebih dari 6,2 juta kali dan mendapat 420 ribu tanda suka. Momen ini menjadi salah satu simbol ekspresi Gen Z yang unik dan berbeda dari generasi sebelumnya.
Selain joget, terdapat pula video viral lainnya yang memperlihatkan aksi tak biasa para demonstran. Video pertama, yang diunggah akun @ridam_dudhraj999, memperlihatkan seorang pemuda berjalan santai menuju kendaraan lapis baja meski disemprot meriam air.
Dengan tangan terlipat di belakang dan ransel di punggung, pemuda itu menjadi ikon perlawanan yang viral hingga ditonton hampir 5 juta kali.
Ada pula rekaman lain yang menunjukkan para pemuda bermain UNO di tengah kerusuhan. Video tersebut diunggah akun @lil._.brattt11 dan sudah ditonton hampir 9 juta kali.
Kreativitas ini mendapat sorotan luas dan menuai pujian dari netizen global karena memperlihatkan keceriaan di tengah situasi mencekam.
Tak hanya itu, sejumlah demonstran Gen Z juga terlihat mengumpulkan barang-barang hasil jarahan untuk dikembalikan ke pemiliknya.
Aksi ini terekam oleh akun @chamlinganis, memperlihatkan gerobak penuh barang rumah tangga seperti televisi, microwave, hingga kompor yang dikumpulkan kembali.
Video lain yang tak kalah menyentuh hati adalah saat anak-anak muda bersarung tangan dan membawa sapu membersihkan jalanan penuh puing. Unggahan akun @samip_tkl memperlihatkan bagaimana generasi muda itu bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
“Kami merasa sangat bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada 8 dan 9 September,” tulis akun tersebut.
Fenomena joget aura farming dalam aksi demonstran Gen-Z Nepal ini memperlihatkan bagaimana media sosial memainkan peran penting dalam menyebarkan narasi yang berbeda dari kerusuhan. Di balik tragedi berdarah, para pemuda Nepal menunjukkan semangat, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap bangsa mereka.
Berita Terkait
-
Gen Z Tidak Kurang Dukungan Hanya Kecanduan Pengakuan, Benarkah?
-
Cerita Cinta Gen Z di Era Digital: Dimulai dari DM, Tanpa Status, Berujung Ghosting
-
Gen Z dan Post-Holiday Blues: Kenapa Balik Kerja Terasa Berat?
-
Post-Lebaran Syndrome pada Gen Z: Raga Udah di Kantor, Nyawa Masih di Kampung
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Car Free Day di Padang Kembali Digelar 5 April 2026, Warga Diajak Nikmati Pagi Sehat
-
Armada Damkar Kehabisan BBM Saat Menuju Kebakaran di Agam, 1 Warga Terluka
-
Gerakan Pangan Murah Efektif Tekan Laju Inflasi Sumbar
-
Otto Hasibuan: Penanganan Bencana Sumatra Melebihi Bencana Nasional!
-
Banjir Melanda Jorong Labuah, 100 Kepala Keluarga Mengungsi