SuaraSumbar.id - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus memperluas cakupan Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga akhir Agustus 2205, beras SPHP telah terealisasi kurang lebih 2 ribu ton di Sumbar.
Pimpinan Perum Bulog Provinsi Sumbar, Darma Wijaya mengatakan, SPHP saat ini memang masif dilakukan di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto.
"Untuk Sumbar kami ditargetkan sebanyak 28 ribu ton sampai akhir tahun. Realasi selama dimulai sudah hampir kurang lebih 2 ribu ton," kata Darma, Kamis (28/8/2025).
Menurut Darma, dengan capaian realisasi ini, membuktikan permintaan beras SPHP cukup baik. Perum Bulog Provinsi Sumbar optimis target hingga akhir tahun tercapai dengan dukungan semua pihak.
"Karena kami ingin distribusi ini merata di seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin masyarakat menjangkau lebih mudah, kemudian di satu sisi ada pilihan yang lain. Kami ingin sesuai asta cita Bapak Presiden akses pangan mudah untuk masyarakat kita," ungkapnya.
Berbagai langkah dilakukan Perum Bulog Provinsi Sumbar dalam pencapaian target realisasi beras SPHP. Darma menyebutkan, salah satunya membangun sinergitas di semua pihak dalam upaya penyaluran.
"Artinya kami melibatkan seluruh unsur, pertama pemerintah daerah, dinas dan instansi terkait, kemudian di samping itu juga kami bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam rangka mempercepat distribusi," ujar Darma.
Selain itu, kata dia, Perum Bulog Provinsi Sumbar juga memiliki saluran distribusi lainnya, seperti Rumah Pangan Kita (RPH) Bulog. Selanjutnya, penyaluran beras SPHP di pasar-pasar.
"Pastinya menyediakan di pasar-pasar. Karena memang di situlah titik transaksi dilakukan, makanya pasar wajib dipenuhi.
Kemudian kegiatan BUMD Pangan masif dilakukan. Kami gencarkan gerakan pangan," jelasnya.
"Karena ini momentum yang sangat penting. Artinya, beras kita cukup besar, kita ingin memastikan," sambung Darma.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog
-
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bulog Luncurkan Kemasan Baru Beras SPHP
-
Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton
-
Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?
-
Beras SPHP Tak Lagi Beredar, Namanya Kini Beras Kita Medium
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda
-
Jaga Kesehatan Keluarga, BRI Berikan Healthcare Privilege Eksklusif Bersama Prodia
-
Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja
-
Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun
-
DPO Sejak 2025, Mantan Pimpinan BPR JKT-Pariaman Akhirnya Diringkus