SuaraSumbar.id - Polda Sumatera Barat (Sumbar) akan menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan atau SP2 penyelidikan kasus kematian Afif Maulana, pelajar SMP berusia 13 tahun.
Afif Maulana ditemukan tewas di bawah Jembatan Kuranji, Padang, pada 9 Juni 2024 dengan kondisi tulang rusuk 1-6 bagian kiri patah hingga merobek paru-parunya sepanjang 11 sentimeter.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengatakan, penerbitan surat SP2 lidik ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara secara profesional dan terintegrasi. Gelar perkara dihadiri tim forensik beserta keluarga korban.
"Saya tekankan di sini, atas nama penyidik di Polda Sumbar menyampaikan bahwa perkara ini, bahwa hasil gelar perkara profesional dan terintegrasi, itu akan di-SP2 lidik," kata Suharyano saat rilis akhirnya tahun di Mapolda Sumbar, Selasa (31/12/2024).
Menurut Suharyono, sebelumnya tim forensik independen juga telah mengungkap bahwa Afif Maulana meninggal bukan karena akibat penganiayaan. Melainkan jatuh dari ketinggian dan terbentur benda keras.
"Kita sudah mengetahui bersama bahwa keputusan ketua tim dan anggotanya yang terdiri tidak kurang 15 dokter forensik itu sudah menyatakan, penyebab kematian Afif Maulana bukan karena penganiayaan," ungkapnya.
"Tapi, karena benturan benda keras. Jadi tubuh yang menghampiri benda keras, bukan benda keras yang menghampiri tubuhnya. Itu sebenarnya sudah terekspos sejak empat atau lima bulan yang lalu," sambung Suharyono.
Maka itu, lanjutnya, agar kasus ini tidak menggantung, penyidik segera menerbitkan SP2 lidik. Suharyono mempersilakan bagi yang ada bukti-bukti baru yang kuat berkaitan dengan kasus ini, silakan koordinasi dengan penyidik.
"Jadi kami bukan berarti menganggap masalah yang ini sepele, justru bagian keseriusan kami menangani perkara ini. Agar ada kepastian hukum, tidak tergantung," ucapnya.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Kisah Afif Maulana Mengiringi Peringatan Hari Anti Penyiksaan Sedunia di Padang
-
Kaleidosskop 2024: Kekerasan Polisi Berulang, Mulai dari Kematian Bocah Afif hingga Penembakan Gamma
-
Profil dan Rekam Jejak Brigjen Gatot Tri Suryanta: Kapolda Sumbar Baru, Teman Satu Angkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
-
Sahroni Peringatkan Kapolda Sumbar: Jangan Main-main, Lurus-lurus Saja Tangani Kasus Polisi Tembak Polisi!
-
AKP Dadang Penembak Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up