SuaraSumbar.id - Kepala SMK N 1 Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Kamroni Purnamera, mempolisikan lima orang demonstran ke Polda Sumbar. Kamroni tidak terima dituduh sebagai predator dan telah melakukan tindakan asusila.
Tuduhan itu ditulis dalam spanduk saat beberapa orang mendemo Kamroni di SMKN Tanjung Raya pada 9 Desember 2024. Tuduha itu juga dilontarkan para pendemo saat aksi.
Kamroni melalui kuasa hukumnya, Vera Christian, menegaskan tuduhan yang dilakukan sejumlah orang yang melakukan tidak mendasar. Dia menduga, tuduhan ini bertujuan untuk melengserkan kliennya sebagai kepala sekolah.
"Maka itu kami melaporkan dugaan pencemaran nama baik terhadap klien saya yang dilakukan terhadap beberapa orang di saat aksi demontrasi itu," ujar Vera di Padang, Kamis (12/12/2024).
Lima orang yang dilaporkan, kata Vera, diduga sebagai provokator aksi dan yang melontarkan kalimat pencemaran nama baik. Mereka yakni berinisial A (55), H F(54), TD (64), HT (65) dan BR (55).
"Adapun kata-kata pencemaran baik saat demonstrasi memasang spanduk cukup besar menuliskan bahwa predator asusila, melecehkan staff dan berprilaku tidak manusiawi. Sehingga kami laporkan ke Polda Sumbar," ungkapnya.
Vera mengatakan, tuduhan itu tidak terbukti. Bahkan, Dinas Pendidikan Sumbar telah turun untuk mengklasifikasi, hasilnya tidak terbukti.
"Tuduhan-tuduhan yang dikatakan menyelewengkan dana sudah diperiksa hasilnya tidak ada temuan. Tuduhan-tuduhan asusila dikonfirmasi Disdik Sumbar tidak terbukti juga," imbuhannya.
Melalui aduan masyarakat yang masuk ke Ditreskrimum Polda Sumbar ini, Vera berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti. Sehingga dapat memperbaiki nama kliennya.
"Kami minta diproses sesuai aturan yang berlaku. Cara memperbaiki nama baik klien kami ya harus dalam laporan ini," kata dia.
Vera mengungkapkan, persoalan seperti ini dulu juga telah digaungkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya untuk melengserkan kliennya.
"Dulu juga pernah seperti ini, banyak dituduhkan ke klien saya, sejak dipimpin klien saya sekolah amburadul. Sekarang muncul lagi dengan tuduhan lain seperti predator dan pelecehan. Padahal tuduhan itu tidak benar. Praduga kami ini tujuan untuk melengserkan klien saya sebagai kepsek," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Dua Tersangka Konten Porno 'A Day in My Life' Positif HIV
-
Ditegur Tak Gubris, Dua WNA Diduga Berbuat Asusila di Pekarangan Rumah Warga di Bali
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Video Bandar Membara Diburu di Media Sosial, Pemeran Pria Kini Jadi Tersangka
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi