SuaraSumbar.id - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mempercepat perbaikan jalan lintas Sumbar-Riau, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas saat perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, titik utama perbaikan berada di km 109 yang berbatasan langsung antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
“Jalan lintas Riau-Sumbar di km 109 ini kerap mengalami kerusakan karena lokasi tanahnya berada di wilayah patahan gempa dan rawan longsor,” ujar Yohanis, dikutip Rabu (30/10/2024).
Kerusakan di titik ini sering kali menimbulkan hambatan bagi pengendara, terutama pada musim liburan ketika volume lalu lintas meningkat.
Menurut Yohanis, selain perbatasan Riau-Sumbar, perbaikan juga dilakukan pada titik longsor di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Di lokasi ini, BPJN telah membangun jembatan bailey untuk memastikan kelancaran lalu lintas sementara perbaikan fisik lainnya terus berlangsung.
Di lokasi Desa Tanjung Alai, BPJN melakukan pengalihan trase jalan ke sebelah kiri untuk menghindari area rawan longsor.
“Trase jalan yang dialihkan ini mencapai 180 meter dan bergeser sekitar 22 meter dari jalan utama,” jelas Yohanis.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna jalan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perbaikan juga dilakukan di titik lain dengan menutup lubang di jalan tol Pekanbaru-Bangkinang dan beberapa titik lain di sepanjang jalan lintas Riau-Sumbar.
Penutupan lubang ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan yang melintasi wilayah tersebut selama liburan akhir tahun. (antara)
Tag
Berita Terkait
-
30 Tahun Menanti, Jalan Rusak di Karet Tengsin Akhirnya Mulus dalam Sebulan
-
Pemkab Jember Kebut Perbaikan Jalan di Ratusan Titik, Target Rampung Akhir 2025
-
Tol Padaleunyi Terapkan Contraflow Selama 10 Hari Pemeliharaan Jalan, Cek Jadwalnya
-
Jalan Ambles di Pekapuran Menuju Juanda Terbengkalai, Warga Minta Kepastian Perbaikan
-
Perkuat Konektivitas, Ahmad Luthfi Tinjau Perbaikan Jalan WiradesaKajen Senilai Rp33,348 Miliar
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung