SuaraSumbar.id - Tiga unit rumah di Komplek Rindang Alam, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang dilaporkan terancam roboh akibat amblasnya tanah di belakang bangunan tersebut.
Kejadian ini diperparah dengan kondisi cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Senin (9/9/2024).
Menurut pantauan dari Sumbarkita, terlihat retakan tanah di belakang rumah-rumah tersebut semakin membesar, yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lebih parah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, telah menginstruksikan warga yang rumahnya terancam untuk segera mengungsi.
“Kami mengimbau kepada warga yang rumahnya terancam oleh longsor untuk selalu berhati-hati, terutama saat hujan turun, dan mempertimbangkan evakuasi ke lokasi yang lebih aman hingga situasi stabil,” ujar Hendri Zulviton.
Dia juga menambahkan bahwa BPBD akan terus melakukan pemantauan dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika kondisi semakin memburuk.
Masyarakat setempat diimbau untuk aktif melaporkan perkembangan situasi tanah kepada pihak berwenang, agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan efektif.
Hendri Zulviton juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca saat ini yang masih berpotensi hujan dan angin kencang.
Kontributor : Rizky Islam
Baca Juga: Waspada! Kota Padang Diguyur Lebat Sejak Pagi, Masyarakat Diminta Siaga Bencana
Berita Terkait
-
Waspada! Kota Padang Diguyur Lebat Sejak Pagi, Masyarakat Diminta Siaga Bencana
-
Warga Padang Wajib Tahu Lokasi Shelter Terdekat, Ini Alasannya
-
Akses Jalan di Padang Barat Sempat Terputus Akibat Pohon Tumbang, Ini Imbauan BPBD
-
Warga Padang Wajib Tingkatkan Literasi Kebencanaan, Ini Alasannya
-
BMKG Prediksi Kota Padang Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi